Beranda Nasional Anak Buah Prabowo, Iwan Sumule: Jokowi Berulang Langgar Undang-undang

Anak Buah Prabowo, Iwan Sumule: Jokowi Berulang Langgar Undang-undang

80
BERBAGI

JAKARTA – Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau sisa masa jabatan 2016-2021 menuai polemik.

Sebab, pelantikan tersebut diduga melanggar Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Selain itu, saat ini sedang berjalan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang terkait pencalonan tunggal Isdianto tersebut.

Politisi Gerindra, Iwan Sumule, publik tidak perlu heran dan kaget ketika Presiden Jokowi bertindak demikian.

Sebab menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak hanya sekali dua kali menabrak aturan hukum dan perundangan.

Demikian diungkap Iwan kepada kepada Kantor Berita Politik RMOL (grup pojoksatu.id), Kamis (29/3/2018).

“Kita nggak perlu kaget kalau Jokowi sering melakukan pelanggaran UU, karena Jokowi itu sudah melakukannya berulang-ulang,” kata dia.

Iwan mencontohkan saat Jokowi tidak konsisten karena mengizinkan kembali ekspor konsentrat, mineral mentah kadar rendah untuk bauksit dan nikel.

Padahal menurutnya, hal ini melanggar UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba yang pengolahan dan pemurnian hasil penambangan dilakukan di dalam negeri.

“Jadi publik juga nggak perlu kaget kalau Jokowi kembali berbohong,” pungkasnya.

Presiden Jokowi melantik Isdianto sebagai Wagub Kepri, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3).

Untuk diketahui, Isdianto adalah adik kandung almarhum Muhammad Sani, mantan Gubernur Kepri yang meninggal dunia karena sakit tidak lama setelah dinyatakan terpilih pada Pilgub Kepri 2015.

Sebelumnnya, Isdianto menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kepri.

Penetapan Isdianto sebagai Wagub Kepri oleh DPRD Kepri sebelumnya mendapat penolakan dari sejumlah pihak termasuk beberapa parpol pengusung Muhammad Sani-Nurdin Basirun.

Pasalnya, penetapan Isdianto diduga melanggar UU 10/2016 tentang Pilkada.

Dalam Pasal 176 UU 10/2016 disebutkan, parpol atau gabungan parpol harus mengusulkan dua nama calon Wagub ke DPRD melalui Gubernur.

Faktanya, Isdianto adalah calon tunggal yang dipilih aklamasi. (wid/rm/ruh/pojoksatu)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.