Anak Harus Dikenalkan dengan Rasa Malu

74
0
SEMINAR. Ustaz Al-Habsy saat seminar HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-68 di Graha Asia Kota Tasikmalaya Sabtu (13/7). UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tasikmalaya melaksanakan seminar nasional dalam rangka HUT IBI ke-68 di Graha Asia Sabtu (13/7).

Dalam seminar itu tema yang diangkat yakni Kenali Perilaku Seks pada Anak. Narasumber dalam seminar itu Ustaz Al-Habsyi dan dr Boyke Dani Nugraha.

Ketua PC IBI Tasikmalaya Dr Hj Atit Tadjimiati AMkb mengatakan seminar tersebut dilaksanakan untuk membekali masyarakat, khususnya para bidan di Kota Tasikmalaya mengetahui tentang perilaku seks pada anak.

“Bidan yang memiliki tugas sebagai pendamping perempuan khususnya yang mengurusi anak harus mengetahui, untuk mengarahkan agar perilaku seks pada anak ini sejalan dengan jenis kelaminnya,” katanya.

Menurut dia, seminar Kenali Perilaku Seks pada Anak sebagai tindak lanjut dari banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak di keluarga sekolah.

“Diharapkan nanti setelah memperoleh ilmu melalui seminar ini bisa menyoroti dari segi medis dan segi agamanya,” tutur dia.

Ustaz Al Habsyi mengatakan untuk menghindari perilaku seks pada anak, maka anak harus dijaga dari tontonan-tontonan yang memang membuat pertumbuhan seks anak tidak semestinya.

“Intinya harus mengubah perilaku buruk di depan anak-anak, karena anak-anak ini sangat cepat merekamnya dan itu akan mempengaruhi perilakunya di massa yang akan datang,” kata dia.

Menghindarkan anak-anak dari seks menyimpang, sejak dini, kata Ustaz Al Habsyi, anak-anak harus dikenalkan dengan rasa malu. Karena bila rasa malu sudah tumbuh pada anak sejak dini, ia meyakini perilaku seksnya akan tumbuh seperti mana mestinya.

“Salah satu contoh, anak malu bila membuka baju di depan orang lain, itu harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.

Menurut dia, dalam hal ini bidan harus menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi-edukasi terhadap perilaku seks pada anak.

Salah satunya memberikan pendidikan supaya tidak terjadi pernikahan dini. “Pokoknya harus menjadi yang terdepan dalam pendidikan seks ini,” kata dia.

Sementara itu, dr Boyke Dian Nugraha menyatakan pendidikan seks jangan dianggap tabu. Karena semua orang harus mendapatkan pendidikan seks, termasuk anak-anak. “Anak itu mendapatkan pendidikan seks harus cukup,” ujarnya.

Menurut dia, perilaku seks itu biasnya anak didapatkan dari penglihatan perilaku dari orang tua. Untuk itu orang tua harus menjadi contoh bagi anak-anaknya.

“Jadi anak itu harus disesuaikan akar seksnya tidak menyimpang. Termasuk memberikan hobi sesuai dengan jenis kelaminnya,” kata dia. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.