Anak Jalanan Memilih Kabur daripada di Panti

63
0
ilustrasi
Satpol PP Uber Anak Jalanan
Loading...

GARUT KOTA – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut kesulitan menangani permasalahan anak jalanan (anjal) yang ada di perkotaan Garut. Hal itu karena tidak ada tempat khusus untuk menampung dan membina para anak jalanan ini.

“Penanganannya sulit mereka ini (anjal). Ketika disuruh tinggal di panti, mereka suka kabur. Mereka lebih betah di jalanan,” kata Kepala Dinas Sosial Garut, Ade Hendarsyah, kepada wartawan, Sabtu (7/12).

Meski sulit untuk ditangani, pihaknya bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus meminimalisasi keberadaan para anak jalanan yang ada di perkotaan Garut.

Pihaknya juga akan terus berupaya mencari tempat untuk membina para anak jalan ini. Pihaknya ingin mencari tempat agar semua anjal bisa mendapat tempat yang layak. “Jangan sampai keberadaan anjal malah mengganggu masyarakat,” kata dia.

Ade menerangkan, keberadaan anak jalanan di wilayah perkotaan Garut ini, rata-rata selain mengamen, juga bekerja serabutan untuk mendapatkan uang. Seperti halnya anak jalanan berinisial F (15) yang mencoba bunuh diri. F bekerja serabutan untuk mendapatkan uang untuk makannya.

“Mereka enggak ngamen, tapi kerja serabutan. Kayak bantu-bantu yang di pasar atau warung. Dapat makan dari bantu-bantu itu,” tutur dia.

Ade akan terus berusaha supaya anak jalanan di perkotaan Garut ini bisa diminimalisasi sehingga masyarakat yang beraktivitas di perkotaan dan pusat perbelanjaan Garut tidak merasa terganggu. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.