Anak Ketiga Pelaku Ikut Dicabuli

59
0

TAROGONG KIDUL – UR (42), pelaku pencabulan, ternyata tak hanya menggagahi anak keduanya hingga hamil dan melahirkan. Anak ketiganya yang masih berusia 12 tahun pun ikut menjadi korbannya. Hal itu terungkap setelah penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Garut memeriksa pelaku.

“Setelah kami dalami, selain menghamili anak kedua, ternyata pelaku juga mencabuli anak ketiganya. Jadi korbannya ada dua,” ujar Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu (3/7).

Menurut dia, kedua anak di bawah umur ini menjadi korban karena selama ini tinggal bersama pelaku yang juga ayahnya. Ibu korban dan pelaku sudah cerai. “Anak pelaku ini ada empat orang. Tiga cewek dan satu cowok. Tiga tinggal di rumah pelaku, satu (anak pertama) di rumah neneknya. Yang jadi korban ini yang tinggal dengan pelaku,” terangnya.

Terang kasat, pelaku menggagahi anak ketiganya itu sejak korban baru lulus SD. Perbuatan itu juga dilakukan berkali-kali. “Aksi pelaku ini dilakukan ketika korban tidur bersama. Saat itu korban baru lulus SD,” terangnya.

Saat ini, pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap kasus pencabulan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku tidak mengidap gangguan jiwa. Normal. “Pelaku ini sehat dan normal. Tidak gila,” terangnnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi pelaku diketahui ibu korban ketika anak keduanya yang masih berusia 15 tahun hamil dan melahirkan. Mantan istri pelaku itupun kemudian melaporkannya ke Polsek Malangbong. Polisi pun meringkus pelaku di rumahnya.

Sementara itu, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut mencatat hingga Juni 2019, terdapat sekitar 33 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Rinciannya, 18 kasus terjadi kepada perempuan, sisanya 16 kasus menimpa anak.

Meskipun kasus kepada anak lebih rendah, namun jumlah korbannya lebih banyak. Tercatat sekitar 52 korban anak-anak dari 16 kasus itu. “70 persen itu masalah kekerasan seksual. Karena satu lokasi pelaku satu korban banyak,” ujar Sekretaris P2TP2A Garut Rahmat Wibawa. (yna)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.