Anak Mendagri yang Bawa Boeing 737 Max 8 dari Amerika ke Indonesia

26

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyempatkan diri berkunjung ke Ruang Jenazah di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Kamis (1/11).

Kedatangan Tjahjo untuk membantu pihak INAFIS Polri untuk mencari data secara detil penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang, Senin 29/10) lalu. Untuk mempermudah, Tjahjo juga menempatkan Tim Dukcapil Kemendagri di RS Polri Kramatjati.

Tim Dukcapil Kemendagri yang memiliki data lengkap 263 juta penduduk Indonesia dianggap bisa membantu Inafis Polri mempercepat mengumpulkan data.

Tim yang dipimpin langsung oleh Dirjen Dukcapil akan bekerja 24 jam penuh. Untuk peralatan sendiri sudah tersedia yang diletakkan bersebelahan dengan ruang jenazah.

“Sampai selesai dipimpin langsung Dirjen Dukcapil. Saya datang memastkan tim dan peralatan sudah ada di salah satu ruang dekat ruang jenazah,” kata Tjahjo.

Dalam kesempatan itu pula, Tjahjo menyempatkan diri bertemu dengan para keluarga korban untuk menyampaikan rasa prihatin dan duka cita atas musibah tersebut.

“Saya sempat menemui keluarga korban menyampaikan rasa prihatin atas musibah ini,” tambah Tjahjo yang didampingi Wakapolda Metro, Dirut RS Polri, Kapolres Jakarta Timur dan Kepala Inafis Polri serta perwakilan Lion Air,” tambahnya.

Tjahjo juga sempat bercerita jika anak kelimanya, Arjuna Cakra Candrasa merupakan co-pilot Lion Air dan Batik Air. Bahkan, Arjuna sudah 4 tahun ikut dalam tim pilot Lion Air.

Bahkan, Arjuna dipercayakan Lion Air untuk mengambil pesawat nahas jenis Boeing 737 Max 8 dari Amerika Serikat untuk dibawa ke Indonesia.

“Anak saya Arjuna Cakra Candrasa co pilot Lion Air dan Batik Air sudah 4 tahun. Dia pernah ikut tim pilot Lion Air mengambil pesawat Lion yang kena musibah ini dari Amerika Serikat dibawa ke Indonesia,” kata Tjahjo di group WhatsApp wartawan Kemendagri, Kamis (1/11).

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 jenis Boing 737 Max 8 yang dikomandoi pilot Capt. Bhavye Suneja dengan co-pilot Harvino jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat (Jabar) pada Senin (29/10).

Pesawat yang baru menempuh 800 jam terbang itu mengangkut 189 penumpang beserta awak pesawat. Hampir dipastikan seluruh penumpang beserta kru tewas dalam tragedi tersebut. Sejauh ini sudah terdapat 53 kantong jenazah yang dievakuasi.

Setelah empat hari melakukan pencarian, akhirnya tim SAR berhasil menemukan Black Box atau kotak hitam yang merekam seluruh kejadian didalam pesawat.

Kotak Hitam itu ditemukan oleh penyelam dari TNI AL Sertu Hendra. Kotak berwarna oranye itu ditemukan tidak di dalam badan pesawat Lion Air.

Dari sinyal black box tertangkap transponder USBL berada pada koordinat S 05 48 48.051 – E 107 07 37.622 dan koordinat S 05 48 46.545 – E 107 07 38.393.

(HRM/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.