Anak Pelaku Live Sex Turut Jadi Penonton

193
0
Ato Rinanto

TASIK – Hasil pendalaman Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya terhadap kasus aksi ranjang pasangan suami istri E (25) dan L (27) membuat miris. Sebab salah satu anak kandung pasangan asal Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya itu menyaksikan langsung hubungan seks orang tuanya.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto me­nye­butkan bahwa E merupakan suami keempat L. Sebelumnya dari tiga suami sebelumnya dia memiliki empat orang anak. “Paling besar itu usia 12 tahun dan ada yang masih balita,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Rabu (19/6).

Salah satu penonton aksi live sex pasutri itu merupakan anak dari L. Sementara penonton lainnya merupakan anak-anak tetangganya. “Satu anak masih anak L, tapi anak tiri E,” terangnya.

Saat ini anak-anak L tinggal bersama kakeknya yang masih berada di lingkungan yang sama. Menurut Ato, semua anak L menjadi korban secara tidak langsung dari perbuatan tersangka. “Orang tuanya ditahan, tentu akan memberikan dampak psikologis kepada mereka,” tuturnya.

Namun demikian, KPAID kesulitan melakukan pendampingan kepada anak-anak tersebut. Pasalnya, keluarga L masih tertutup kepada orang luar. “Kami kesulitan, mereka belum bisa membuka ruang untuk kami,” tuturnya.

Sementara ini, KPAID akan mengupayakan pendampingan kepada anak-anak khususnya mereka yang menjadi korban untuk menjaga psikologinya. Selain itu, pihaknya akan mendampingi selama proses hukum berjalan. “Kami akan dampingi sampai putusan pengadilan,” terangnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro SH MH mengatakan bahwa dalam kedua tersangka membantah telah menyuguhkan live sex kepada anak-anak. “Tapi penyidik tidak berpatokan kepada pengakuan tersangka, tapi kepada hasil penyelidikan,” tuturnya.

Soal motif para tersangka melakukan aksi tersebut, pihaknya belum bisa memastikan. Pasalnya, jika karena faktor ekonomi, menurutnya hal itu kurang rasional mengingat jumlahnya yang sedikit. “Kita masih dalami motifnya,” pungkas dia. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.