Anak Punk Marak di Kota Tasik, Begini Kata Budi..

1232
0

KOTA TASIK – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengajak semua pihak untuk memerangi mafia anak punk.

Budi menganalisa, anak punk yang kini kian menjamur di Kota Tasik ini seperti ada yang mengendalikan.

Hal itu terungkap saat dia menghadiri Focus Group Discussion (FGD) membahas ‘Bisakah Anak Punk Berubah?’ yang dihelat Forum Peduli Tasik (FPT), Kamis (9/1) siang di Asri Resto, Asia Plaza.

“Data di Dinsos saat ini ada 254 anak punk di Kota Tasik. Mereka harus menjauhi yang namanya pergaulan bebas,” ujar Budi dalam pertemuan tersebut.

“Karena pergaulan bebas itu berdekatan dengan prostitusi, minuman keras, dan obat terlarang. Mendobrak aturan, agama, budaya dan lainnya. Makanya kita cari solusinya karena kita yakin bisa menanggulanginya,” sambungnya.

Terang dia, hasil diskusi ini jadi rangkuman dan semua pihak bersama-sama bisa menuntaskan hal ini. Hal tersebut memang tak bisa dituntaskan oleh pemerintah sendiri.

“Seperti kemarin ODGJ, kita tak punya rumah sakitnya. Maka kita kirim ke rumah sakit khususnya di Bogor, dan Kota Tasik bebas pemasungan juga. Ini soal anak punk juga kita yakin bisa tuntaskan,” terangnya.

Walaupun di Kota Tasik tak punya tempat penanganannya, dia yakin masalah anak punk ini bisa ditanggulangi.

“Walaupun kami ada keterbatasan tapi dengan bersama-sama saya yakin bisa tuntas. Pokoknya Kota Tasik ini dari sisi infrastruktur dan ekonomi sudah baik,” tegasnya.

Dia menambahkan, hal ini memang masih jadi PR pihaknua. “Dan anak punk ini seperti anak-anak di bawah umur yang menjadi pengamen memakai boneka-boneka. Mereka ini seperti ada mafianya. Maka dari itu ayo kita sama-sama juga perangi mafianya. Agar bisa kita tanggulangi bersama,” tambahnya.

Sementara itu Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto menuturkan, masalah anak punk memang tanggung jawab semua pihak. “Di kita ini diatur dalam Undang-Undang juga, maka tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

Selama 2019 ini, kata dia, memang kasus tindak pidana yang diduga melibatkan anak punk sempat bermunculan di permukaan.

Tapi seperti fenomena gunung es. “Ada kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba, pencabulan di bawah umur, penculikan, mabuk-mabukan dan lainnya. Ini yang kita lihat baru dipermukaannya saja,” katanya.

Jadi, pihaknya bisa menggambarkan kehidupan anak punk seperti apa. “Jadi fenomena ini (anak punk) bagi kami jadi merasa banyak yang memperhatikan juga. Karena kita dari kepolisian juga terus membina mereka agar bisa berubah,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.