Anak Raja Dangdut Dipanggil KPK, Ini Kata Mantan Tim Sukses Wali Kota Banjar

82
0
TUNJUKKAN. Mantan setgab Asih Kataji Soedrajat menunjukkan surat panggilan saksi, Selasa (19/1). cecep herdi / radar tasikmalaya
TUNJUKKAN. Mantan setgab Asih Kataji Soedrajat menunjukkan surat panggilan saksi, Selasa (19/1). cecep herdi / radar tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Mantan sekretaris gabungan pemenangan Asih Kataji, Soedrajat Argadireja, menduga pemanggilan anak raja dangdut Rhoma Irama, Rommy Syahrial, oleh KPK terkait Pilkada tahun 2013. Saat itu, kata Soedrajat, Rommy dimungkinkan menjadi manajer dari Ridho Rhoma yang diundang untuk menyanyi dalam kampanye.

“Keterkaitan anak artis Rhoma Irama itu yakni Rommy Sahrial, saya menduga diperiksa penyidik KPK sebagai saksi soal kehadirannya menjadi artis bayaran saat kampanye Pilkada tahun 2013. Bukan terlibat dugaan korupsi infrastruktur di Dinas PUPR,” kata Soedrajat, Selasa (19/1).

Menurutnya, dugaan korupsi tidak hanya infrastruktur. ”Yang terjadi kepada saya selama pemeriksaan lima kali oleh KPK juga pemeriksaan undangannya itu beda-beda substansinya. Pertanyaan penyidik itu seperti mahar Pilkada 2013, kemudian perizinan investasi, kemudian masalah tiket proyek, dan lain-lain,” kata dia.

Kemudian, kata dia, ASN bernama Irma juga bukan pemain proyek. “Silakan masyarakat menilai yang pasti itu bukan pemain proyek. Tapi diperiksa juga kan oleh KPK. Beberapa anggota dewan juga dipanggil bukan atas kasus proyek,” katanya.

Baca juga : Wali & Wakil Wali Kota Banjar Tidak Harmonis Gara-gara Ini

loading...

Diberitakan sebelumnya, Rommy bersama kuasa hukumnya, Alamsyah Hanafiah mendatangi KPK guna menginformasikan kekeliruan dalam surat panggilan penyidik.

“Itu panggilan pertama dikirim ke Soneta Record. Oleh office boy di sana diterima, ditaruh dalam laci, tidak pernah dikasih ke Rommy. Untuk anak Rhoma, Rommy, ini tinggalnya di Puncak (Bogor, Jawa Barat),” kata Alamsyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (18/1).

Selain perihal nama, Alamsyah juga menuturkan tim penyidik telah salah menuliskan nama Rommy Syahrial dalam surat panggilan. Dalam surat tersebut, kata dia, penyidik menuliskan nama Romy Syahrial.

“Saya pikir ini ada kekeliruan, error end personal, namanya sama, cuma di dalam berita itu, di dalam surat panggilan itu Romy M-nya cuma satu. Sedangkan Rommy yang anak Rhoma ini M-nya double,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Rommy menegaskan dirinya tidak tahu menahu soal kasus tersebut. “Saya enggak main proyek-proyekan. Nah kalau mau belajar kuda ke saya. Jadi enggak main proyek saya,” katanya. (cep/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.