Anak Terdampak Covid-19 Kluster Keluarga di Kota Tasik Belum Terdeteksi

98
0
Loading...

TAWANG – Munculnya klaster keluarga membuat sebagian pasangan suami-istri harus menjalani isolasi. Namun belum ada penanganan psikologis terhadap anak dari keluarga-keluarga tersebut.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Hendra Budiman mengakui lebih kepada memberikan bantuan kepada pihak keluarga terdampak Covid-19.

Sementara untuk spesifikasi pendampingan anak, pihaknya tidak mempunyai data. “Kami belum punya kalau spesifik anak,” ujarnya.

Sejauh ini tidak ada koordinasi dari Dinas Kesehatan mengenai anak-anak yang terdampak. Namun jika memang ada yang membutuhkan, pihaknya siap untuk melakukan pendampingan. “Informasikan saja kepada kami, akan kami upayakan membantu,” katanya.

Diakuinya, di tengah pandemi, anak juga ikut terdampak ketika orang tuanya harus menjalani isolasi. Bukan hanya sekadar ekonomi, namun juga dampak psikologi.

loading...

Baca juga : Polisi Usut Terus Pencuri 4 Ban Mobil di Jalan Moch Hatta Kota Tasik

“Khususnya anak yang non balita, tentu mereka ada beban psikologis,” katanya.

Terlebih lagi ketika ada anak balita yang orang tuanya diisolasi. Mereka harus berada dalam pengasuhan yang tepat dan memadai. “Asupan gizinya harus terjaga juga supaya mereka tumbuh dengan sehat,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan perempuan dan Anak (DPPKBPPA) Hj Nunung Kartini. Dia mengaku tidak memiliki data anak yang terdampak klaster keluarga.

Menurutnya hal itu ditangani secara include oleh Satgas Penanganan Covid-19. “Itu oleh Satgas,” ujarnya.

Ada pun fungsi perlindungan anak di instansi yang dia pimpin lebih kepada pendampingan anak yang menjadi korban kejahatan dan anak berhadapan hukum. Seperti halnya anak korban kekerasan fisik dan kekerasan seksual.

Namun demikian, pihaknya pun ikut mengedukasi kepada masyarakat untuk memperhatikan anak-anak di tengah pandemi. Supaya anak bisa terjaga dari ancaman virus yang sedang mewabah. “Kita juga ikut sosialisasi dan mengedukasi masyarakat.” imbuhnya.

Persoalan ini sempat disoroti oleh Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya. Mereka pun belum mendapatkan data anak yang tedampak Covid-19 dari pihak Satgas. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.