Sesalkan Sikap DPRD dalam Menanggapi Pedagang Tamkot

Soal PKL Batu Andesit, Yusuf Minta DPRD Bersinergi dengan Pemkot

54
PADAT. Area batu andesit di Taman Kota (Tamkot) dipakai lapak pedagang kaki lima (PKL) rabuan dan parkir kendaraan, Rabu (14/8). firgiawan / radar tasikmalaya

BALE KOTA – Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman dan Wakilnya, H Muhammad Yusuf bersepakat untuk membersihkan area andesit di Taman Kota (Tamkot) dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Para PKL diminta untuk pindah berjualan ke Kompleks Olahraga Dadah.

“Kita sudah putuskan (andesit, Red.) dibuka kembali untuk jalur kendaraan umum. Dan PKL sudah saya tegaskan di Dadaha saja. Mainan anak-anak juga bisa di Dadaha,” ujar Budi kepada Radar, Rabu (14/8).

Menurutnya, penawaran untuk beraktivitas di Kompleks Olahraga Dadaha pun bukan dalam artian relokasi. Sebab, tidak ada dalam perencanaan yang disusun pemkot kaitan merelokasi PKL. “Kita hanya penataan saja, supaya tertib. Bukan dalam artian relokasi, sebab harus disadari lahan kita terbatas,” tuturnya.

“Ada pun PKL yang berjualan rabuan, itu silakan di pelataran Halaman Masjid Agung, tanpa roda dan tenda. Kami sudah koordinasi dan DKM menyetujui,” lanjut Budi.

Budi ingin lalu lintas kawasan andesit yang sudah direkayasa ulang tidak terganggu lagi oleh PKL. Termasuk aktivitas pengajian di Masjid Agung Kota Tasikmalaya tetap berjalan tanpa gangguan. “Tolong dipahami kita ingin menata kota. Menghargai hak pengguna jalan dan pengendara. Hak berjualan PKL juga kita jaga dan jangan mengganggu kepentingan lainnya,” ucapnya.

Pihaknya berencana menata PKL bekerja sama dengan Pemkab Tasikmalaya untuk memanfaatkan halaman dan gedung eks setda lama. Nantinya, akan dibuat taman parkir sekaligus menata PKL di sana. “Insyaallah akan selesaikan kerumitan dan semrawutnya kota,” kata Budi.

Hal senada diungkapkan Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf. Bahkan, ia memberikan opsi supaya PKL yang rutin berjualan setiap Rabu untuk beroperasi di depan Gedung Dakwah. “Bisa di sana, sehingga andesit untuk jalur lalu lintas utama tidak terganggu,” ucapnya.

Orang nomor dua di Kota Tasikmalaya itu mengaku sepakat dengan wali kota untuk mulai mengembalikan fungsi jalur andesit sebagai lintasan kendaraan sebelum melangkah ke titik lain yang perlu segera ditata. “Sebab ke depan HZ Mustofa benar-benar ditata kembali dan ini andesit adalah awalnya. Pedagang minta di lahan parkiran eks Setda untuk sekarang, memang tak muat menampung banyak,” kata Yusuf.

Yusuf pun menyayangkan dengan hasil audiensi, Selasa (14/8) di DPRD Kota Tasikmalaya. Alangkah baiknya, para wakil rakyat dapat bersinergi bersama pemkot.

Sebab, pada dasarnya kebijakan mengaktifkan kembali andesit sebagai lintasan kendaraan adalah salah satu upaya penataan kota. “Meski mereka punya SK Menkumham, bukan berarti bisa begitu saja beroperasi di badan jalan. Tetap, kita pemerintah yang mengatur,” ucapnya.

“Menyesalkan terintervensi oleh audiensi. DPRD harusnya dapat berharmonisasi dengan baik, kebijakan ini kan tujuannya baik harusnya bisa sinergi, sejalan dan seirama,” lanjut Yusuf. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.