Beranda Ciamis ANF Cabuli 10 Anak Laki-Laki

ANF Cabuli 10 Anak Laki-Laki

224
BERBAGI
DIPERIKSA. Kanit PPA Polres Ciamis AIPDA Hedriana menginterogasi pelaku pencabulan di ruang Kasat Reskrim Polres Ciamis Jumat (6/4). (Iman S Rahman/radartasikmalaya.com)

CIAMIS – ANF (24) kini meringkuk di sel tahanan Polres Ciamis. Warga Cisaga itu dibekuk polisi tanggal 29 Maret lalu, karena mencabuli 10 anak.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIK mengatakan kasus itu terungkap dari laporan salah satu orang tua korban tanggal 17 Maret lalu.

Pelapor mengungkapkan bahwa anak lelakinya yang baru kelas 5 SD tiba-tiba meminta kemaluannya dioral saat mandi. Sang ibu kaget, kemudian mendesaknya dengan pertanyaan.

Korban kemudian bercerita bahwa dia pernah dioral oleh ANF di madrasah diniyah sekitar kampung. Mendengar cerita itu, sang ibu marah dan langsung melapor kepada tokoh masyarakat.

Dari sana diketahui bahwa ada beberapa anak lain yang juga jadi korban.

Tanggal 17 Maret, orang tua korban akhirnya melaporkan tersangka ke Polsek Cisaga. Polisi kemudian melakukan pengusutan.

Sejumlah saksi diperiksa. Hasilnya, korban pencabulan diketahui mencapai 10 orang. Rata-rata usia SD dan SMP. ANF kemudian ditangkap di rumahnya pada tanggal 29 Maret.

“Berdasarkan pengakuan korban-korbannya kepada anggota, pelaku melakukan oral dan ada juga beberapa dilakukan sodomi,” ungkap Anton saat ekspose Jumat (6/4) sekitar pukul 10.00.

Dalam menjalankan aksinya, lanjut dia, tersangka memberi iming-iming uang Rp 2000 untuk jajan kepada setiap korbannya. Semua korban juga diminta tidak membocorkan kelakuannya tersebut kepada orang lain.

“Pada akhirnya, pelaku telah mengakui segala perbuatannya,” tuturnya.

Kepada polisi, kata dia, tersangka mengaku menyukai para korban. Dia juga pernah menjadi korban sodomi waktu kecil.

Tapi, tidak melapor ke polisi. tersangka juga mengaku sudah tiga kali ditinggal nikah oleh pacarnya. Ia kecewa. Pelaku melampiaskan hal itu dengan mencabuli anak-anak di sekitar kampung.

“Sampai saat ini kita ketahui pelakunya hanya satu orang, tidak bertambah. Korbannya sejauh ini sepuluh orang. Namun kita juga masih dalami, apakah (akan) bertambah korbannya atau tidak,” terangnya.

Menurut dia, pelaku melakukan aksinya saat anak-anak bubar sekolah diniyah. Mereka diberi uang Rp 2000 untuk jajan. Selanjutnya, dicabuli di madrasah.

Aksi itu dilakukan secara bertahap sejak awal tahun 2018. Sampai akhirnya, korbannya mencapai 10 orang.

Kepada wartawan, ANF mengaku melakukan perbuatan bejat itu lantaran pernah disodomi orang lain sewaktu kecil. Dia juga kecewa sudah tiga kali ditinggal menikah. Ia merasa kesepian.

Dia pun membujuk anak-anak di kampungnya untuk dikulum kemaluan. Mereka diberi iming-iming uang untuk jajan.

“Saya kini menyesal pak, kini saya sudah tobat. Tiap hari selama di sel mengaji dan salat tobat pak,” akunya.

ANF mengaku sedih. Selama ditahan, ia belum pernah dijenguk orang tua. Hanya kakak perempuannya saja yang pernah datang. Ia menyampaikan pesan bahwa orang tuanya tidak kuat untuk datang menjenguk.

“Mungkin malu dengan perbuatan saya pak. Saya menyesal dan tidak akan melakukan perbuatan ini ke depannya,” katanya. (isr)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.