Anggaran Bawaslu Kurang Proporsional

28
0

PANGANDARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat menilai pengajuan anggaran Bawaslu Kabupaten Pangandaran untuk Pilkada 2020 belum proporsional.

Divisi Pengawasan Komisioner Bawaslu Jawa Barat Zaki Hilmi mengatakan usulan anggaran sebesar Rp 11 Miliar kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran masih dianggap minimalis.

”Rancangan usulan angagaran dari delapan kabupaten dan kota memang cukup minimalis, jika dibandingkan dengan Bawaslu Bandung,” ujarnya kepada Radar, Kamis (4/7).

Menurut Zaki, angka Rp 11 miliar belum tentu terealisasikan dengan nominal yang sama. ”Pasti ada tawar menawar dan kemungkinan akan lebih kecil lagi,” ujarnya.

Padahal, kata dia, peran Bawaslu sangatlah sentral dalam pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang, bukan sebagai dekoratif Pemilu.

”Pemerintah daerah harus memberikan perhatiandalam porsi kebutuhan anggaran yang diajukan KPU dan Bawaslu,” jelasnya.

Anggaran pilkada tahun depan, lanjut dia, seharusnya jauh lebih besar dibandingkan pelaksanaan Pilkada 2015. Interval nominalnya harus ditingkatkan. ”Kan ada inflasi, harga satuan ada peningkatan, “ ujar dia menegaskan.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu Kabupaten Pangandaran menyusun kebutuhan anggaran semaksimal mungkin. ”Karena yang berwenang dan tahu persis kebutuhanya mereka (Bawaslu)” kata dia.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran Gaga Abdillah mengatakan rencana pengajuan anggaran Pilkada 2020 sudah melalui tahapan pembahasan di internal Bawaslu Pangandaran. ”Dengan memperhitungkan segala kebutuhan di lapangan,” jelasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.