Anggaran Pilkades Serentak Ciamis Perlu Ditambah, Ini yang Diusulkan Pemkab

50
0

CIAMIS – Penundaan pilkades serentak oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) cukup membuat kekecewaan bagi para calon kepala desa. Termasuk kerugian dari sisi finansial yang dialami kandidat dan pemerintah sebagai penyelenggara.

Awalnya, Pemkab Ciamis mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan pilkades serentak sebesar Rp 8,2 miliar.

Baca juga : 3 Rumah Warga Panumbangan Ciamis Hangus Dilalap Si Jago Merah

Namun, karena ada penundaan, alokasi anggaran harus ditambah Rp 1,7 miliar. Hal itu diungkapkan Sekretaris Panitia Pemilihan Pilkades Kabupaten Ciamis yang juga Kabag Pemerintahan Umum dan Desa (Pemumdes) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ciamis Hendra Suhendra S Sos kepada Radar, Senin (7/9).

Kata dia, dari anggaran awal Rp 8,2 miliar ada beberapa pos yang sudah dikeluarkan, seperti untuk pembuat surat undangan yang sudah disebar kepada masyarakat dan lainnya.

“Jadi surat undangan pada jadwal baru nanti harus membuat lagi,” ujarnya.

“Namun kita juga untuk tahapan selanjutnya mengusulkan lagi Rp 1,7 miliar untuk pilkades serentak itu, karena ada perpanjangan waktu seperti untuk honor panitia dan honor BPD. Di mana diusulkan yang tadinya satu bulan jadi empat bulan,” ujarnya.

Lanjut dia, ketika tahapan pilkades dilanjutkan, langsung kepada pemilihan atau pemungutan suara. Karena sebelumnya sudah dilakukan kampanye damai dan hari tenang bagi para calon kepala desa.

“Kalau soal waktu kapan dilaksanakan pastinya setelah pilkada serentak. Namun, untuk harinya masih dikonsultasikan ke Kemendagri,” katanya.

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Tasikmalaya Dian Budiyana mengatakan, memang ada pengusulan penambahan anggaran sekitar Rp 1,7 miliar.

Tambahan tersebut untuk kebutuhan surat undangan, honor panitia, BPD dan sebagainya. “Kalau untuk kertas suara aman, karena tidak pakai tanggal jadi bisa dipakai lagi,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya terus komunikasi dengan Kemendagri berkaitan jadwal pasti penyelenggaraan pilkades serentak. Kemarin ada surat lagi dari Dirjen Bina Pemdes Kementerian Desa bahwa pelaksanaan pilkades bisa dilaksanakan setelah pilkada.

Lanjut dia, untuk DPT kemungkinan besar akan ada penambahan. Karena pada Desember ini pasti banyak yang menginjak usia 17 tahun atau TNI Polri pensiun, sehingga memiliki hak suara pada pilkades serentak ini.

Baca juga : 3 Rumah Warga Panumbangan Ciamis Hangus Dilalap Si Jago Merah

Anggota Banggar DPRD Kabupaten Ciamis Nur Muttaqin mengatakan, pihaknya akan mendukung kebutuhan anggaran dalam lanjutan tahapan pilkades serentak yang direncanakan setelah Pilkada 2020.

“Kami minta pemerintah memastikan kepada Kemendagri soal waktu. Jangan sampai tidak jelas lagi seperti kemarin, dampaknya merugikan bagi semua,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.