Per Bulan Bisa Habis Rp 800 Juta untuk Kunker

Dewan Terpilih Jangan Boros

102
0

TASIK – Kurang dari satu bulan atau tepatnya 3 September 2019, akan jadi momen bersejarah bagi 45 orang wakil rakyat yang dipercaya masyarakat menjadi anggota DPRD Kota Tasikmalaya periode 2019-2024.

Kata perubahan pun menjadi harapan bagi masyarakat berjuluk Kota Resik yang telah menyalurkan hak pilihnya pada 17 April 2019. Mereka ingin ke depan wakil rakyatnya bisa benar-benar mendengarkan serta menyalurkan aspirasi sesuai kondisi di masyarakat.

Pemerhati anggaran dari anggota Dewan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Nandang Suherman mengungkapkan perlunya perubahan pada porsi belanja yang terjadi di institusi kolektif kolegial tersebut. Sebab, DPRD periode saat ini (2014-2019) cenderung boros dalam membelanjakan uang rakyat, terutama untuk perjalanan dinas luar kota.

Dia mengatakan dari alokasi anggaran sekitar Rp 29 miliar di APBD Kota Tasikmalaya Tahun 2019, sampai Juli lalu sudah menyerap sekitar Rp 16 miliar. Berupa penyerapan gaji, operasional serta tunjangan. Sehingga, tersisa sekitar Rp 13 miliar untuk diserap sampai akhir tahun. “Juli kan bulan ke tujuh, hampir terserap 70 persen dari alokasi belanja pegawai. Tunjangan perumahan saja alokasi hampir Rp 8 miliar sudah terserap Rp 3,8 miliar. Apakah nanti di perubahan itu ditambah lagi?,” ucapnya kepada Radar, Rabu (7/8).

Termasuk, kata dia, tunjangan komunikasi intensif yang saat ini dialokasikan sebesar Rp 8 miliar bakal mengalami penambahan di APBD Perubahan 2019. Otomatis, para wakil rakyat bakal kembali menyedot anggaran untuk tunjangan perumahan dan komunikasi dengan asumsi adanya anggota DPRD baru. “Kemudian, tambahan penghasilan lain tentunya pada uang saku perjalanan luar kota. Melalui program peningkatan kapasitas lembaga perwakilan rakyat yang alokasinya Rp 18,3 miliar itu sekarang sudah terserap Rp 7,8 miliar,” kata dia.

“Sebagian besar anggaran peningkatan kapasitas itu, untuk perjalanan luar kota. Sampai Juli sudah terserap Rp 4,7 miliar,” lanjutnya.

Nandang menganalisa dari anggaran yang dialokasikan di Tahun 2018 sebesar Rp 14,6 miliar untuk program serupa, Rp 12 miliar diantaranya habis digunakan perjalanan luar kota. Bisa dikatakan, rata-rata per bulan para wakil rakyat menghabiskan Rp 1 miliar untuk perjalanan tersebut. “Katakan lah Rp 800 jutaan dibagi untuk 45 anggota DPRD, kisaran Rp 20 juta per bulan. Maka wajar mereka lebih sering di luar kota dibanding di kantor, dalam rangka menyerap anggaran sebesar itu,” tuturnya.

Di Tahun ini, kata Nandang, siasat untuk mendongkrak penghasilan juga tercermin dalam anggaran pembahasan KUA-PPAS. Dari anggaran sebesar Rp 400 juta, Rp 300 juta diantaranya untuk perjalanan dinas. “Kemudian peningkatan kapasitas DPRD tahun ini sudah terserap Rp 1,2 miliar, perjalanan dinasnya Rp 700 juta. Termasuk Pembahasan raperda sudah terserap 1,3 miliar, perjalanannya habiskan Rp 1,1 miliar,” kata Nandang.

“Jadi membahas apa saja, yang penting banyak ke luar kota. Itu sangat mencolok, maka DPRD terpilih harus mengubah struktur belanja untuk dirinya, jangan dulu mengawasi Pemkot di internal saja, kalau bisa berubah itu indikasi wakil rakyat pro perubahan,” sambungnya.

Maka dari itu, pria yang konsen menyoroti politik anggaran di Jawa Barat itu berharap anggota DPRD terpilih nanti. Bisa berani memberikan perubahan. Mengingat, kursi pimpinan terjadi perubahan formasi dari periode sebelumnya. “Kita warning lebih awal, jangan sampai seperti DPRD lama yang banyak jalan-jalan dibandingkan memperhatikan jalannya pemerintahan di Kota Tasikmalaya,” kata Nandang menegaskan.

Dia mengajak masyarakat Kota Tasikmalaya mempelototi kebijakan anggaran DPRD periode baru, di postur APBD Tahun 2021 yang akan dibahas di tahun mendatang. Sebab, untuk APBD tahun depan, tentunya masih kebijakan dan rancangan para wakil rakyat periode saat ini. “Bisa dilihat nanti pimpinan baru, kalau tidak ada upaya perubahan dan menyerah dengan apa yang sudah diplot. Saat ini ya kita tidak bisa berharap banyak adanya wajah dan formasi baru di legislatif,” ujarnya memaparkan

Nandang menyarankan DPRD periode baru mereview kembali apa yang dilaksanakan periode sebelumnya. Mengubah pola penganggaran supaya lebih menguatkan kontrol kegiatan di dalam kota, perbanyak komunikasi dengan konsituen, tentunya akan ada perubahan. “Sebab, ini penyajiannya kan oleh sekretariat DPRD. Kalau menyerah di situ saja, pertanda DPRD baru tak akan banyak perubahan. Alarm bagi warga kota untuk mengingatkan supaya mereka kembali terhadap komitmen sebagai suara publik,” kata Nandang memaparkan.

Selain masyarakat luas, kata dia, perlunya supporting dari konsituen dan parpol masing-masing supaya formasi DPRD periode baru bisa melakukan perubahan meski sedikit. Tanpa hal tersebut, dia menganggap sulit menghadapi birokrasi yang sudah menjadi tradisi dalam beberapa tahun terakhir. “Karena birokrat sangat pandai menjebak wakil rakyat supaya tidak fokus ke tupoksi. Contohnya jalan-jalan tadi,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi menyebut besaran peningkatan kapasitas lembaga wakil rakyat di tahun ini, dengan asumsi adanya anggota DPRD baru yang perlu mendapatkan orientasi. “Hitungannya ada anggota DPRD baru, maka harus ada orientasi dalam meningkatkan kapasitas,” ujarnya.

Dia mengatakan sejatinya dari aturan undang-undang mau pun kebijakan di daerah tidak ada pembeda antara anggota DPRD periode saat ini dan periode mendatang. Termasuk, perjalanan dinas juga terbilang padat. “Memang banyak yang kita bahas dan memerlukan referensi untuk diterapkan di daerah. Jadi perlu mencari inspirasi atau rujukan dalam mengawal kebijakan di daerah menengok daerah lain yang cenderung lebih baik,” kata dia.

Pada kesempatan berbeda, Sekretaris DPRD Kota Tasikmalaya Oslan Khaerul Falah ketika hendak dikonfirmasi sedang berada di luar kota mengikuti kegiatan kedinasan. Ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsapps, akan mengecek terlebih dahulu alokasi anggaran Tahun 2019. “Ya nanti kita lihat,” singkatnya. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.