Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Anggota Dewan Gadaikan SK, Myftah: Bisa Modus Korupsi atau Perubahan Gaya Hidup

206
0
DILANTIK. 45 Anggota DPRD Kota Tasik periode 2019-2024 saat dilantik, Selasa (3/9). Rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

CIHIDEUNG – Tokoh Pemuda Kota Tasikmalaya, Myftah Farid, S.IP, angkat bicara soal belasan wakil rakyat yang ramai-ramai menggadaikan Surat Keputusan (SK)-nya ke salah satu bank, setelah resmi dilantik, Selasa (3/9) lalu.

Wakil Direktur DPP Sipatutat ini menjelaskan, diterbitkannya SK penetapan anggota DPRD tujuannya adalah untuk meresmikan jabatannya dengan tugas dan fungsi yang jelas sebagai wakil rakyat.

“Saya kira tidak pernah ada tujuan (SK, Red) untuk difungsikan sebagai alat jaminan atau transaksi piutang. Tapi, jika anggota DPRD menggunakan SK untuk kepentingan berhutang ke bank, saya kira patut dipertanyakan alasannya,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu Malam (11/9).

Baca juga : Wadidaaw.. Usai Dilantik Belasan Anggota Dewan Kota Tasik Gadaikan SK ke Bank

“Jangan sampai uang hasil gadai SK tersebut digunakan untuk menyesuaikan penampilan, karena sudah terpilih (mengubah gaya hidup). Jadi lebih mengutamakan gaya hidup dibanding produktivitas kerja atau apa karena menutup utang kampanye,” sambungnya.

Baca Juga : Belasan Anggota DPRD Kota Tasik Gadaikan SK ke Bank, Nanti Kinerjanya..?
Baca Juga : Agus Wahyudin: SK Anggota Dewan Digadaikan Sudah Turun Temurun..

Mesti kurang etis, terang dia, hal itu sudah menjadi sebuah kewajaran karena fenomena gadai SK bukan hanya terjadi di tahun politik saat ini.

Karena beberapa periode ke belakang pun ini sama terjadi. “Akan tetapi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Apalagi para fungsionaris partai dan para penegak hukum,” terangnya.

Sebab, beber dia, perilaku tersebut bisa menjadi citra buruk bagi partai. Sementara bagi penegak hukum bisa saja fenomena gadai SK ini menjadi modus baru korupsi.

Yaitu kewajiban pembayaran cicilan ke bank dilakukan oleh pihak ketiga (kontraktor) yang berkepentingan dalam upaya suap untuk mendapatkan proyek,” bebernya.

Tegas dia, proses seperti itu adalah proses tindak pidana korupsi yang halus, karena tidak menerima uang suap secara langsung. “Jadi untuk menjadi seorang pemimpin selayaknya bercermin pada pidato founding fathers kita, Ir Soekarna 10 September 1966,” tegasnya.

Pidato ir Soekarno adalah sebagai berikut:

“Saya adalah manusia biasa.
Saya tidak sempurna.
Sebagai manusia biasa saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan.
Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada bangsa.
Itulah dedication of life-ku.
Jiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafah hidupku, dan menghikmati serta menjadi bekal-hidup dalam seluruh gerak hidupku.
Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa.
Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini, saya merasakan hidupku bahagia,- dan manfaat,”.

Myftah berharap semoga saja hal itu terjadi semata-mata untuk menutupi kebutuhan hidup yang benar-benar menjadi kewajiban dalam menafkahi keluarga. “Akan tetapi tidak salah pula jika kita mengingatkan semua pihak dan melakukan pengawalan secara bersama,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin, buka suara soal tersiar kabar belasan anggota DPRD yang baru dilantik Selasa Lalu (3/9) ramai-ramai menggadaikan Surat Keputusan (SK) penetapannya menjadi wakil rakyat ke salah satu bank.

Kata dia, adanya kabar itu dari sudut pandang tertentu memang tidak enak didengar pihaknya. “Dari sudut pandang tertentu agak tidak enak didengar, tetapi ini terjadi sudah turuntemurun tiap periodesasi walaupun tidak semua anggota melakukan itu,” paparnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (11/9).

Namun, terang dia, sepanjang hal itu positif maka SK ‘disekolahkan’ tak jadi masalah. “Kenapa juga dewan jadi sorotan. Toh ASN hampir semuanya menggunakan SK sebagai anggunan dan tidak ada komentar apa-apa,” terangnya.

Yang penting, tegas dia, hal ini jangan sampai mengganggu kinerja dan fungsi dewan. “Ya begitu. Latar belakang anggota dewan juga variatif. Tentu variatif pula maksud kegunaanya (mengapa SK ‘disekolahkan’),” jelasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.