Masyarakat Harus Awasi Pemilihan Wabup oleh DPRD

Anggota Dewan Ikut Instruksi Partai

32
0

SINGAPARNA – Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Tasikmalaya Dr H Basuki Rahmat mengatakan yang harus dikhawatirkan itu jual beli suara bukan transaksional saat pemilihan wakil bupati (wabup) pada sisa masa jabata periode ini.

“Kalau transaksional itu bisa positif dan wajar. Karena transaksional dalam politik adalah membangun perjanjian, komitmen dan kesepakatan kebijakan dengan partai lain dalam pemilihan wabup,” ujarnya saat dihubungi Radar, Selasa (25/12).

Jelas dia, yang dimaksud mungkin ada kekhawatiran terjadi jual beli suara. Namun, itu kemungkinan terjadinya sangat tipis. Karena anggota dewan yang mempunyai suara pada voting akhirnya harus mengikuti instruksi dari partai

“Sehingga hak suara yang disalurkan anggota dewan tidak mungkin keputusan atau keinginan sendiri, peran parpol kuat di pemilihan wakil bupati nanti,” terangnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya H Demi Hamzah Rahadian SH MH mengaku anggota dewan akan bersikap profesional dalam menyalurkan hak suaranya pada pemilihan wabup di sisa periode ini.

“Karena dalam melakukan suatu keputusan pasti sesuai aturan, apalagi dalam pemilihan calon wakil bupati,” kata Demi.

Loading...

Maka dari itu, Demi mengajak masyarakat ikut mengawasi pemilihan wakil bupati yang akan dilakukan oleh DPRD. Sehingga prosesnya bisa benar-benar sehat dan transparan.

“Ya kekhawatiran masyarakat atau pengamat terkait adanya jual beli suara dalam voting itu menjadi warning bagi kita di DPRD. Insyaallah Fraksi PDI Perjuangan akan menjaga transaksional atau jual beli suara tidak sampai terjadi. Sebenarnya kalau transaksi kepentingan politik itu sah-sah saja. Namun kalau mengarah ke angka atau keuntungan itu tidak benar, jangan sampai ada mahar itu,” tambahnya. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.