Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.4%

8.3%

67%

Anggota DPR-RI: Jangan Tutup Tempat Wisata di Garut

57
0
WISATA. Warga saat mengikuti kegiatan BISA di Situ Cangkuang. Anggota DPR RI meminta tak ada penutupan tempat wisata. yana taryana / rakyat garut

LELES – Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah meminta Pemerintah Kabupaten Garut tidak menutup tempat wisata, meski ada peningkatan kasus positif Covid-19.

“Dimasa pandemi Covid-19 ini saya berharap di Garut tidak ada penghentian kegiatan pariwisata. Kasian warga, akan sangat banyak yang terdampak,” ujar Ferdiansyah di sela-sela kegiatan Gerakan BISA (bersih, indah, sehat, aman) di kawasan Situ dan Candi Cangkuang Kecamatan Leles Minggu (30/8).

Baca juga : Tebing Berpotensi Ambrol, Warga Dayeuh Handap Garut Was-Was

Menurut dia, jika sampai objek-objek wisata di Garut ditutup, maka akan ada ribuan warga yang terdampak dan kehilangan mata pencaharian. Itu karena banyak masyarakat Garut yang mata pencahariannya tergantung pada sektor pariwisata.

“Pariwisata di Garut ini sudah jadi industri dan mata pencaharian warga. Jadi ketika ditutup semuanya akan terdampak, ujung-ujungnya berdampak terhadap perekonomian,” ujarnya.

Menurut dia, selama ini tingkat kunjungan wisatawan ke Garut cukup baik, begitu pun di saat masa penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) seperti sekarang.

Dibanding sebelum masa pandemi Covid-19, memang telah terjadi penurunan akan tetapi jumlahnya tak terlalu signifikan. “Selama masa pandemi Covid-19 memang terjadi penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke Garut akan tetapi tak terlalu siginifikan jika dibanding daerah lainnya,” kata Ferdi.

Menurutnya, kondisi seperti ini patut disyukuri, akan tetapi juga patut menjadi perhatian berbagai pihak terutama pengelola kawasan wisata. Oleh karenanya dia minta pengelola objek wisata Situ dan Candi Cangkuang selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pengelola tuturnya, bukan hanya harus menyediakan sarana cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh pengunjung. Selain itu, pengelola harus terus mengingatkan pengunjung melalui pengeras suara agar mereka selalu mengenakan masker dan menerapkan social distancing ssat berada di kawasan wisata.

Baca juga : Stok Pangan di Garut Surplus

Terkait Gerakan BISA yang dilaksanakan di kawasan Situ dan Candi Cangkuang, Ferdi menerangkan hal itu sebagai upaya mencegah potensi penyebaran Covid-19 di kawasan tersebut. Keberadaan sebuah kawasan objek wisata menurutnya tak hanya harus indah tapi juga harus bersih, sehat dan aman bagi pengunjungnya.

“Gerakan BISA ini niat baiknya adalah paling tidak melakukan transisi tatanan kehidupan baru dalam dunia kepariwisataan. Makanya kita ajak pengelola dan warga sekitar untuk bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih dan pengecetan di kawasan objek wisata ini,” ucapnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.