Anggota DPRD Harus Objektif Pilih Wabup

102
0
Asep Abdul Rofik

SINGAPARNA – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Singaparna Asep Abdul Rofik meminta Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto segera memproses pengisian jabatan wakil bupati (wabup) pada sisa periode ini. Mengingat, PAN dan PKS yang merupakan partai pengusung Uu-Ade pada Pilkada 2015 sudah mengusulkan cawabupnya.

“Pak Ade ini tunggu apa lagi dalam pengisian jabatan wakil bupati. Padahal, sudah ada dua nama, Deni R Sagara dan Tetep Abdulatip yang diusulkan PAN dan PKS sebagai cawabup,” ujarnya saat dihubungi Radar, Minggu (24/2).

Lanjut dia, pihaknya berharap PDI Perjuangan dan bupati segera melakukan pembahasan pengisian jabatan wabup dan mengusulkannya ke DPRD untuk proses pemilihan. Karena, keberadaan orang nomor dua di Kabupaten Tasikmalaya ini sangat dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Lanjut dia, memang dalam pengisian jabatan wakil bupati ini kewenangan penentuannya ada di DPRD. Namun, DPRD yang merupakan kepanjangan tangan dari masyarakat harus mampu merepresentasikan harapan dan keinginan dalam pengisian jabatan wabup ini.

“Memang pengisian jabatan wabup dalam kondisi ini tidak secara langsung dipilih oleh masyarakat, tapi setidaknya anggota dewan harus mendengar arahan atau uji publik terhadap cawabup yang dipilih. Memang untuk saat ini pengisian cawabup merupakan hak dari partai pengusung,” terangnya.

Terpisah, pengamat politik, sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam mengatakan Ade Sugianto harus segera membahas dan mengusulkan soal dua cawabup yang sudah diusung oleh PAN dan PKS. Sehingga prosesnya bisa segera dilaksanakan, karena keberadaan wakil bupati bisa membantu dalam meringankan beban kerja bupati. “Diharapkan Pak Ade dalam waktu dekat ini segera menentukan sikap dan mengusulkan cawabup ke DPRD untuk dipilih satu terbaik,” paparnya.

Lanjut dia, memang dalam menentukan sikap dalam pengisian jabatan wakil bupati ini sangat politis dan penuh pertimbangan. Namun, Ade harus legawa untuk bersikap dan mengusulkan cawabup ke DPRD, karena semuanya sudah diatur dalam undang-undang. “Saya yakin kalau Pak Ade ini sudah mempunyai nama untuk pendampingnya di sisa periode ini,” katanya.

Terang Asep, saat ini kemungkinan Ade Sugianto sedang menentukan momentum dalam pemilihan wabup, apakah sebelum Pemilu 2019 atau sesudah. “Ya kita lihat saja nanti, atau mungkin Pak Ade ingin tidak ada wakil bupati,” bebernya.

Pengamat politik lainnya, Maulana Janah menambahkan saat ini kondisi partai pengusung terkesan saling kunci kalau komunikasi yang dibangun tidak lancar. Maka dari itu, untuk memuluskan proses ini sangat dibutuhkan duduk bersama dalam mengambil keputusan.

“Melihat kondisi sekarang sepertinya akan susah (duduk bersama partai pengusung, Red), karena ada kepentingan Pemilu 2019. Kemungkinan besar akan lebih cair setelah pilpres,” ungkapnya.(yfi/ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.