Anggota DPRD Kota Tasik Terpapar Covid-19 dari Istrinya

203
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

TASIK – DPRD Kota Tasikmalaya belum menentukan langkah antisipatif selanjutnya, seusai adanya dua anggota dewan terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebab, saat ini Ketua DPRD Aslim SE tengah sakit dan tidak bisa melaksanakan rapat pimpinan (rapim).

“Kita menunggu rapim karena ketua saat ini masih sakit. Terkait nanti seperti apa tindaklanjut pasca rekan-rekan kami terkonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi kepada Radar, Selasa (17/11).

Menurutnya, lanjutan pembahasan APBD 2021 pasca raperda diusulkan belum bisa memutuskan. Sebab, agendanya direncanakan di luar kota yang tentu harus ditentukan hasil rapat pimpinan.

“Pertimbangan membatasi kegiatan ke daerah luar, itu dibahas di rapim. Namun, indikasi penularan rekan-rekan kami, kelihatannya bukan dari kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah,” tuturnya.

Ia menceritakan apabila merunut kegiatan DPRD ke Yogyakarta dan Magelang, serta Bimbingan Teknis (Bimtek) di Cianjur. Kasus yang menimpa dua anggotanya tersebut, diduga kuat tidak terpapar dari kegiatan, justru di luar kedinasan.

“Kita ketahui salah seorang anggota (dewan) yang positif Covid-19, itu istrinya juga sedang sakit dan positif Covid-19. Saat kegiatan, sudah terlihat gejala. Jadi tidak penuhi unsur klaster kunjungan atau klaster DPRD, karena indikasi terpaparnya di luar kedinasan,” kata politisi PDIP tersebut.

Baca juga : Azies-Haris Bawa Semangat Baru di Kabupeten Tasik

Dia menceritakan pada rapid test antigen dan swab test massal yang digelar Senin Malam (16/11), diikuti sebanyakl 52 pegawai di lingkup setwan, serta 40 anggota DPRD.

Wakil rakyat yang tidak ikut pemeriksaan di malam tersebut, yakni dua orang terkonfirmasi positif, kemudian H Aslim, Rachmat Soegandar dan Denny Romdhoni.

“Nah, hasil rapid test tadi malam, 1 orang diantaranya reaktif dan saat ini menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab test-nya,” kata Muslim.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya, H Ivan Dicksan menyebut pihaknya mengalami kendala teknis berkenaan penggunaan alat laboratorium, serta adanya sejumlah berkas yang masih harus dilengkapi.

“Tadi siang, tim medis kirimkan sample hasil pengetesan di DPRD ke RS SMC. Kita minta itu diprioritaskan, supaya tidak lama. Semoga segera keluar hasilnya dan semua negatif,” doa Ivan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat membenarkan adanya satu anggota DPRD yang hasil rapid test-nya reaktif. Hasil test antigen dari 88 orang yang kontak erat dengan dua anggota DPRD yang sudah positif sebelumnya diketahui reaktif.

“Jadi totalnya sekarang tiga kasus anggota dewan terkonfirmasi positif Covid-19. Dua positif dari hasil tes swab, dan satu anggota dewan positif hasil rapid antigen,” ujar Uus.

Dia menjelaskan hasil swab test bagi 88 orang yang kontak erat dan puluhan orang lainnya yang ikut tes belum diketahui. Namun, pihaknya telah memulangkan atau tak mengisolasi yang kontak erat dengan hasil negatif tes antigen selama ini.

“Kalau yang hasil tes antigennya negatif sudah bisa pulang dan tak dilakukan isolasi. Karena diyakini tes antigen sendiri memiliki akurasi tinggi hampir sama dengan PCR,” jelas Uus.
PEMBAHASAN DIPERSINGKAT

Usai swab test massal terhadap sejumlah pegawai dan anggota DPRD Kota Tasikmalaya, agenda paripurna sebelumnya kembali dilaksanakan Selasa Siang (17/11) sekitar pukul 13.30. Namun, agenda dipercepat supaya menghindari risiko penyebaran corona sesuai kesepakatan peserta rapat.

Paripurna dengan agenda penyam­paian tiga buah raperda, usul prakarsa tentang pengelolaan air limbah, raperda rencana pem­bangunan industri Tahun 2020-2040 serta raperda tentang APBD TA 2021.

Pemandangan umum fraksi, jawaban Plt wali kota terhadap pemandangan umum fraksi, pembentukan alat kelengkapan pembahas dua raperda dan penetapan propemperda Tahun 2021.

Dihadiri hanya beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Muspida dan para wakil rakyat.

“Kami undang beberapa OPD saja, camat dan lurah hadiri via daring secara live yang difasilitasi Diskominfo,” ujar Sekretaris DPRD Kota Tasikmalaya Oslan Khaerul kepada Radar.

Menurutnya, paripurna diseleng­garakan setelah mendapat reko­mendasi dari Gugus Tugas Covid-19 dengan ketentuan tersebut. Sebagai upaya menekan risiko penyebaran virus, durasi pun dipersingkat meski agenda paripurna terbilang padat.

“Durasi juga dipercepat sebab agenda padat. Pak Plt wali kota pun tadi tidak langsung memberikan tanggapan atas pemandangan umum fraksi, tetapi disusulkan secara tertulis di kemudian hari,” kata Oslan. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.