Anggota DPRD Kota Tasik yang Positif Covid Tetap 3 Orang, Hasil Swab Belum Diketahui

135
0
radartasikmalaya.com
Wakil Ketua DPRD Kota Tasik, Muslim saat diswab massal, Senin (16/11) malam. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Agus Wahyudin, angkat bicara soal wakil rakyat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kata dia, yang terkonfirmasi positif tetap 3 orang dan tak ada penambahan pasien.

Sedangkan 3 wakil rakyat lainnya, Ketua DPRD, Aslim, serta anggota DPRD Rachmat Soegandar tak ikut swab test massal karena sedang sakit.

Sementara itu Denny Romdhoni tak ikut test swab juga karena sedang ada tugas lain.

“Jadi dalam artian yang sakit itu (2 wakil rakyat, Red) sebelum kunker. Bukan tak ikut test swab massal karena Covid. Dari sebelumnya Ketua (Aslim) sedang sakit dan pak Rachmat juga,” ujar Kang Aw -sapaan akrab Agus Wahyudin- kepada radartasikmalaya.com, Rabu (18/11) siang.

“Sedangkan Pak Denny juga tak ikut kunker. Dia ada di Tasik tak kemana-mana. Tak ikut swab massal kemarin karena mungkin ada kegiatan lain di Tasik. Tapi beliau baik-baik saja, sehat dan yang terkonfirmasi Covid tetap 3 orang tapi bukan mereka ya,” sambungnya.

Agus menegaskan, hingga kini belum diketahui para wakil rakyat yang tertular Covid berasal dari kluster mana dan yang berhak menjelaskan tertular dari mana adalah Satgas Penanganan Covid.

Terpisah, wakil rakyat Denny Romdhoni mengaku bahwa dirinya sehat-sehat saja.

Dia juga tak ikut kunker DPRD serta tak ikut swab massal karena ada kegiatan lain.

“Saya sehat kok. Tak ikut test massal karena ada kegiatan lain di Tasik. Dan saya tak ikut kunker (ke Jogjakarta dan Cianjur, Red),” tuturnya.

Informarsi yang radartasikmalaya.com himpun di lapangan, 3 anggota dewan yang terkonfirmasi itu saat ini masih mendapatkan perawatan secara intensif di rumah sakit.

Sedangkan terkait hasil swab massal, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasik, Ivan Dicksan mengatakan, belum keluar.

Padahal pihak Dinkes sudah mengirim sample yang dites swab massal itu sejak kemarin siang ke RS SMC Singaparna.

“Di lab kita ternyata ada kendalan. Satu alat lagi belum datang, yaitu Hepa Filter. Jadi belum bisa lab kita menguji hasil test swab massal. Dan di SMC kebetulan sedang penuh jadi ngantre,” cetusnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.