Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Cieunteung Kota Tasik Diserahkan ke LPKS Pangandaran

1674
0
radartasikmalaya.com
Pelaku perusakan madrasah diserahkan Polsek Cihideung ke LPKS Pangandaran, Senin (23/11) siang. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Kasus perusakan madrasah DTA Al-Barokah di Kampung Cieunteung Sukarame, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya oleh sekelompok orang yang diduga geng motor, pada September lalu, berhasil diungkap unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cihideung.

Dari sekelompok orang yang melakukan perusakan, 2 diantara telah diamankan menjalani pemeriksaan. Ke 2 pelaku diketahui masih anak-anak berusia 14 dan 15 tahun.

Kapolsek Cihideung Polresta Tasikmalaya, Kompol Zaenal Muttaqin mengatakan, sejak kejadian perusakan madrasah tersebut pihaknya terus melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap 2 orang. Sementara para pelaku lainnya masih dalam pencarian.

“Alhamdulillah, kurang dari seminggu pelaku bisa kami amankan. Ada 2 orang yang telah kami periksa dan sudah menjadi tersangka,” ujar Zaenal kepada wartawan, Senin (23/11) siang.

Terang dia, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap 2 pelaku lantaran masih di bawah umur.

Loading...

Setelah selesai pemeriksaan pihaknya berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan akhirnya ke 2 tersangka ini diserahkan ke Lembaga Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (LPKS) di Pangandaran.

“Kendati 2 pelaku sudah diserahkan ke LPKS untuk menjalani pembinaan, kasus ini memang belum berakhir. Masih ada pelaku-pelaku lainnya,” terangnya.

Ketua LPKS Pangandaran Dayat menuturkan, selama dalam masa pembinaan, anak-anak yang melakukan tindakan kriminalitas ini akan diarahkan dan dibimbing agar tidak kembali melakukan hal serupa.

“Jadi di LPKS Pangandaran berbasis pesantren. Anak-anak akan dibina dan diberikan pendidikan keterampilan seperti bengkel, pertanian, dan lainnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini anak-anak yang tersangkut hukum dan menjalani pembinaan di LPKS Pangandaran jumlahnya sebanyak 28 anak.

“Rata-rata mereka tersangkut kasus 363 atau pencurian. Namun, ada juga kasus lainnya seperti kekerasan seksual,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.