Anggota Pramuka Kota Tasik Harus Jadi Duta Pencegahan Covid-19

39
0
Setda Kota Tasikmalaya LANTIK. Ketua Kwarcab Pramuka Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf saat melantik Pengurus Majelis Pembimbing Ranting, Pengurus Kwartir Ranting, Lembaga Keuangan dan Badan Kelengkapan Kwartir Ranting Kecamatan Tawang 2020-2023, di aula kecamatan Selasa (5/1).

TAWANG – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf meminta setiap anggota Pramuka menjadi sebagai duta pencegahan Covid-19. Sebab, saat ini pandemi masih terus berlangsung dan menjadi perhatian semua pihak.

Hal itu diungkapkan saat melantik Pengurus Kwartir Ranting (Kwaran) Tawang.

Yusuf yang juga Plt Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya berpesan seluruh anggota tetap menjaga kondisi kesehatan, imunitas, pola makan dan istirahat yang cukup.

Kemudian para anggota mulai dari pembina, pelatih sampai peserta didik, tampil menjadi pelopor sebagai duta pencegahan covid-19.

“Itu harus dimulai dari diri sendiri dan disampaikan ke masyarakat. Mohon pertahankan semangat dan peran gerakan pramuka yang sudah kita lakukan dari awal Pandemi 10 bulan lalu,” pesan Yusuf dalam amanat yang disampaikan, pada pelantikan di Kecamatan Tawang, Selasa (5/1).

Baca juga : Angin Puting Beliung Robohkan 4 Rumah di Salawu Kabupaten Tasik

Menurutnya peran gerakan pramuka mengabdikan diri kepada masyarakat mulai dari tingkat gugus depan sampai kwartir ranting, mengalami kesulitan dan keterbatasan dalam membina anggota muda. Namun, kata dia, pandemi ini tidak lantas menyurutkan semangat dan motivasi anggota gerakan pramuka.

“Tetap meningkatkan kualitas pengabdian terhadap masyarakat ditengah pandemi. Kita mampu buktikan bahwa semangat pengabdian tetap gelora, seperti yang sudah kita lakukan di awal pandemi membantu masyarakat mencegah penyebaran covid-19 yang dilakukan Satgiat Pramuka Peduli Pencegahan Covid-19, dengan penyemprotan disinfektan ke tiap gugus depan, tempat ibadah dan ruang publik,” papar Plt wali kota tersebut.

Dia mengakui belakangan ini muncul permasalahan baru ditengah pandemi.

Timbulnya kejenuhan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran secara daring atau online. Yusuf mengakui banyak pembelajaran pendidikan maupun pembinaan yang tidak dapat diterapkan dalam mode daring.

“Sehingga ekstra kurikuler dan kegiatan kepramukaan banyak yang tidak terlaksana karena pembelajaran virtual dari rumah,” keluhnya.

“Tapi anggota gerakan pramuka, telah suka rela berpegang teguh terhadap nilai dan kehormatan yakni harus menjadi agen perubahan prilaku PHBS Di era adaptasi kebiasaan baru dengan tetap berprinsip pencegahan corona melalui 3M,” sambung Yusuf.

Melalui prilaku PHBS dan 3M, lanjut dia, semua mampu menjaga kedisiplinan, kepatuhan hidup ditengah masyarakat sesuai prinsip dasar dan kode etik kepramukaan. Serta sikap kesatria menjadi pahlawan, sebagaimana motto yang berbunyi ‘semua bisa jadi pahlawan dengan saling menjaga’.

“Saya berpesan para pembina tetap memandu, menjadi orangtua dalam mengarahkan peserta didik agar tetap melakukan kebaikan menjadi anak soleh dan solehah, jalankan Trisatya dan Dharma Pramuka, serta menjauhkan generasi terhindar dari ancaman kerusakan jati diri bangsa,” pesannya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.