Angin Merobohkan Pohon, Rumah dan Mobil Tertimpa

94
foto-foto: rangga jatnika/Radar tasikmlaaya-BPBD Kota Tasikmalaya MENIMPA MOBIL DINAS. Mobil dinas milik Pemkot Tasikmalaya tertimpa pohon ketapang di depan Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) saat hujan deras disertai angin kencang Kamis (10/1).

CIHIDEUNG – Angin kencang disertai hujan deras menerpa sebagian wilayah Kota Tasikmalaya khususnya di Kecamatan Bungursari, Cihideung dan Cipedes, Kamis (10/1). Meski tidak ada korban luka atau pun jiwa, sejumlah mobil dan rumah tertimpa potongan batang pohon yang tumbang.

Di Jalan RE Djaelani Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung, sebuah pohon trembesi di bahu jalan tumbang. Pohon tersebut menimpa mobil Kia Rio putih yang terparkir di depan salon.

Pemilik Salon Aura dan mobil putih Wulan Fauzia (34) mengaku mendengar tiupan angin yang cukup kencang. Dia sempat mengira bunyi mesin pengering rambut. “Ternyata angin kencang dan pohon di depan roboh,” ungkapnya.

Akibat robohan pohon tersebut, kaca bagian depannya retak dan harus diganti. “Kalau korban enggak ada, hanya mobil saya saja yang retak kacanya,” tuturnya.

Banyaknya pohon yang berdekatan dengan ruko-ruko di kompleks Permata tersebut membuatnya cemas. Terlebih saat ini cuaca cukup ekstrem di mana angin kencang kerap terjadi.

“Kemarin juga ada genting yang jatuh, tapi hanya kena pot bunga saja,” tuturnya.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim Rescue Polres Tasikmalaya Kota melakukan pemotongan dahan-dahan pohon yang tumbang di Jalan RE Djaelani itu.

Pohon tumbang juga terjadi di kompleks Setda Kota Tasikmalaya, tepatnya di depan kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Di sana, pohon ketapang menimpa mobil dinas berpelat nomor Z 1492 H. Di sana, plang Dharma Wanita DPMPTSP juga rusak setelah tertimpa pohon tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya Yudi Kustiadi menerangkan ada enam lokasi bencana pohon tumbang. Selain di Setda dan Argasari, pohon tumbang terjadi di Perum Bumi Resik Panglayungan (BRP), Jalan Ampera Kecamatan Cipedes, Jalan Bantar serta Jalan Lewo Kecamatan Bungursari.

“Di Bungursari ada yang menimpa rumah tapi tidak ada kerusakan yang berat,” terangnya.

Yudi menyebutkan pohon-pohon tersebut bukan tumbang dari akar pohonnya, akan tetapi batang yang patah. Maka dari itu perlu pengkajian khusus dari Dinas Perwaskim untuk memastikan pohon-pohon termasuk di lingkungan Setda tidak membahayakan masyarakat. “Kalau membahayakan ya diharus ditangani, dahannya dipotong-potong atau ditebang,” sarannya.

Terkait antisipasi Bencana Pemkot sudah melakukan upaya berupa pembangunan dan pembersihan drainase guna mencegah banjir serta pengecekan pohon-pohon. Hal itu sehubungan dengan penetapan status siaga bencana Kota Tasikmalaya sejak 7 November 2018-31 Mei 2019. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.