Angka Kekerasan kepada Anak Alami Penurunan

193
0
RURY JAMIANTO / RADAR TARAKAN PENUH SEMANGAT. Beginilah kondisi anak-anak Dusun Bergosong, Tawau Malaysia yang harus berjalan kaki 10 kilometer untuk bersekolah di Sebatik.

TAROGONG KIDUL – Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Garut pada periode 2016 hingga 2017 mengalami penurunan. (lihat grafis)
“Pada tahun 2016 kasus kekerasan terhadap anak yang kami tangani mencapai 93 orang.
Sedangkan selama 2017 mencapai 28 kasus,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPA) Kabupaten Garut Rahmat Wibawa kepada Rakyat Garut, Jumat (5/1).
Menurut dia, penurunan angka kekerasan terhadap anak ini berkat langkah yang dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan membentuk lembaga perlindungan perempuan dan anak di tingkat kecamatan dan desa sebagai implementasi dari Perda 13 tahun 2016 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan.
Lembaga tersebut memiliki tupoksi preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pemerintah dan lembaga P2TP2A juga LPA (lembaga perlindungan anak) sangat terbantu dengan adanya kelembagaan di tingkat kecamatan dan desa / kelurahan. Meski, belum maksimal.
“Pembentukan Gustu (gugus tugas) dan satgas dilaksanakan pada bulan Maret dan April 2017. Kami harapkan perannya dapat dimaksimalkan guna menekan angka kekerasan setiap tahunnya,” harapnya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.