Angka Kematian Bayi di Pangandaran Turun

17
MENGGENDONG. Seorang ibu dan anak saat bermain di Pantai Timur Pangandaran Rabu (14/8). Saat ini angka kematian bayi di Pangandaran menurun. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
MENGGENDONG. Seorang ibu dan anak saat bermain di Pantai Timur Pangandaran Rabu (14/8). Saat ini angka kematian bayi di Pangandaran menurun. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Pangandaran Tahun 2019 sudah mencapai 16 kasus. Jumlah tersebut menurun dibanding Tahun 2018 yang mencapai 33 kasus.

Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Sobirin mengatakan kasuk AKB di Pangandaran rata-rata terjadi pada usia 0 hingga 11 bulan.

Bayi tersebut meninggal karena berat badan yang sangat rendah, gangguan pernafasan, demam berdarah dan cacat sejak lahir.

”Rata-rata memang memiliki penyakit bawaan sejak lahir,” terangnya kepada Radar, Rabu (14/8).

Menurutnya, 16 kasus AKB tersebut terjadi di beberapa kecamatan seperti Parigi, Cijulang, Cimerak, Cigugur, Langkaplancar, Pangandaran, Kalipucang dan Sidamulih. ”Terbanyak ada di Cigugur dengan tiga kasus AKB,” katanya.

Bila dibandingkan dengan kasus tahun 2018, AKB di tahun 2019 justru mengalami penurunan. ”Kalau di tahun 2018, jumlah AKB mencapai 33 kasus, jadi ada penurunan untuk tahun sekarang,” ucapnya.

Biasanya, penyebab terjadinya kasus AKB biasanya dipengaruhi oleh pendarahan yang cukup parah saat melahirkan. ”Namun angka untuk kasus ini masih tergolong sangat rendah,” jelasnya.

Menurut dia, angka AKB bisa ditekan dengan pengecekan rutin saat masa kehamilan dan pintar memilah makanan yang harus dikonsumsi. ”Konsumsi makanan bergizi juga merupkan satu hal yang penting saat masa kehamilan,” tuturnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.