Angka Kematian Pasien Covid-19 di Garut Tertinggi di Jabar

44
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

TAROGONG KIDUL – Angka kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Garut terus meningkat. Sampai saat ini angka kematian di Garut mencapai 113 orang.

Meningkatnya kasus kematian, membuat Kabupaten Garut masuk wilayah yang paling tinggi angka kematian pasien Covid-19 di Jawa Barat.Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan itu akan menjadi perhatian serius Pemkab Garut dan semua pihak untuk terus menerapkan disiplin protokol kesehatan agar terhindar dan bisa memutus penularan Covid-19.

”Kami imbau kepada seluruh warga Garut untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti 3M (mencuci tangan, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun),” ujar Rudy dalam keterangan resminya, Rabu (6/1).

Baca juga : Stok Kedelai di Garut Aman, Harga Melambung

Rudy mengatakan, penerapan protokol kesehatan, baik itu dalam lingkungan keluarga dan masyarakat itu wajib dijalankan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Hal itu karena, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut masih terus terjadi.

loading...

Setiap harinya, masih ditemukan warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan medis dan isolasi baik di rumah sakit maupun di tempat isolasi lainnya.”Tiap harinya ditemukan pasien positif Covid-19, jadi sekarang ruang isolasi dan perawatan sudah mulai penuh kembali,” ujarnya.

Rudy menerangkan, tingginya angka kematian pasien Covid-19 dan penularan virus corona membuat kondisi RSUD dr Slamet Garut penuh dengan pasien Covid-19 dengan kondisi pasien gejala berat.”Hari ini (kemarin, Red) di Rumah Sakit dr Slamet telah penuh dengan pasien-pasien Covid-19 yang mempunyai gejala yang sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Tingginya penyebaran wabah Covid-19 itu, kata dia, membuat pihaknya meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan untuk mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19.Ia menginstruksikan Satpol PP Garut, kepala desa, kelurahan, camat dan tim satuan tugas untuk menegakkan Peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan.
Menurut dia, penularan Covid-19 kondisinya sudah darurat, sehingga harus ada upaya konkret untuk pencegahandan penanganan kesehatan lebih optimal terhadap pasien Covid-19.

“Lakukan langkah konkret dengan melakukan sesuatu langkah, membubarkan kerumunan, memaksa masyarakat menggunakan masker, dan langkah-langkah lain, karena dengan cara itulah kita bisa mengatasi masalah Covid-19,” paparnya.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut mencatat secara akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 4.122 kasus, dua kasus isolasi mandiri, 1.519 kasus isolasi di rumah sakit, dan 2.482 kasus dinyatakan sembuh. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.