Angka Kemiskinan Kota Tasik Masih Tinggi Dibanding Kota Lain di Jabar

153
0

KOTA TASIK – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, HM Yusuf mengakui, hingga kini angka kemiskinan di Kota Tasik masih tinggi, dibandingkan dengan kota lainnya di Provinsi Jawa Barat.

Kata dia, karena hal itu pihaknya melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus berusaha menurunkan angka tersebut dengan menciptakan wirahausaha baru, menggandeng pihak swasta.

Seperti Rabu (20/02) siang, Disnaker menjaring 200 pengangguran untuk dijadikan wirausahawan dengan cara kerjasama dengan PT Sumber Prima Anugrah Abadi (PT SPAA).

“Saya apresiasi ada perusahaan swasta yang mau kerjasama merekrut calon-calon wirausaha,” ujar Yusuf kepada radartasikmalaya.com usai menghadiri pembukaan pelatihan tersebut di Rumah Makan Baraya Sunda.

“Jadi ini sungguh membanggakan di pemerintah karena kita punya program bagaimana menurunkan angka program pengangguran,” sambungnya.

Terang dia, lebih jauh lagi ini adalah salah satu trik pihaknya untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

“Mungkin angka kemiskinan kita masih tertinggi dibandingkan kota lainnya di Jawa Barat. Maka dengan pola seperti ini paling tidak itu akan berkurang,” terangnya.

Dia membeberkan, jika dipersentasikan berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Kota Tasik telah terjadi penurunan di 2019 hingga 11,6 dari 14,6. “Itu sudah terjadi penurunan angka kemiskinan yang signifikan,” bebernya.

Termasuk, tambah dia, angka pengangguran juga turun dan saat ini menjadi 0,04 persen dari jumlah pengangguran yang sekian ribu.

“Ya pesan saya ketika sudah dilakukan pelatihan ini bergeraklah dengan baik dengan modal yang diberikan pihak perusahaan dalam bentuk peralatan segala macam,” tambahnya.

Yusuf berharap betul-betul bisa menjadi seorang usahawan walaupun kecil. Tapi suatu saat mereka bisa jadi besar karena kreatif dan produktif.

“Tak asal membuat dagangan lalu ketuka tidak laku malah berhenti menjadi usahawan,” tukasnya.

Kepala Disnaker Kota Tasik, Rahmat Mahmuda menuturkan, perusahaan yang bekerjasama dengan pihaknya dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan ini adalah produsen makanan bidang pangan.

“Seperti sosis, bakso, nugget dan lainnya. Ini produsen terbesar di Indonesia, Harmoni. Kita kerjasama dalam rangka menciptakan pengusaha kecil yang baru,” tuturnya.

Kata dia, program ini secara instan mengurangi pengangguran. Karena setelah dilatih, mereka bisa langsung bekerja.

“Peserta kita alokasikan 100 orang. Tapi yang mendaftar hampir 200 orang. Maka kalau ini berhasil, kita lanjutkan ke tahap kedua,” katannya.

Jelas dia, program ini untuk mereka yang belum bekerja dan belum usaha. “Jadi ini salah satu terobosan kita yang berkolaborasi dengan pihak perusahaan. Mereka langsung pelatihan dan nanti kita bantu pemasarannya,” jelasnya.

Supervisior Area Priangan Timur PT Sumber Prima Anugrah Abadi, Agus menandaskan, tujuan pihaknya dalam kerjasama ini ingin membantu mengurangi angka pengangguran di Kota Tasik. “Jadi kita kerjasama dengan Disnaker membuat usaha baru ini,” tandasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.