Angka Pengangguran Di Kota Tasik Masih Jadi Sandungan

26
DISKUSI. Deputi II KSP Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis Yanuar Nugroho (dua dari kiri) dan Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi M Nurdin (dua dari kanan) saat dialog publik di Gedung Mandala Unsil Kamis (29/11).

TAWANG – Masih maraknya pengangguran bukan hanya menjadi masalah di Kota Tasikmalaya, namun di tingkat nasional. Pemerintah masih berupaya supaya angka pengangguran supaya bisa di bawah angka 5% per Februari 2018.

Kantor Staf Presiden (KSP) menggemborkan berbagai program dan keberhasilan pemerintah ntuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Paparan tersebut dilaksanakan di hadapan mahasiswa di Gedung Mandala Unsil, Kamis (29/11). Salah satu jurus paling jitu yakni BUM Desa yang di klaim berkontribusi besar dalam mengurangkan pengangguran.

Deputi II KSP Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis Yanuar Nugroho mengatakan ada lima indikator keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yakni Pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, kesenjangan ekonomi, pengurangan pengangguran dan penekanan inflasi. “Pengangguran masih jadi pekerjaan rumah kita, untuk yang lainnya relatif on the track,” ungkapnya kepada wartawan.

Diakui Yanuar, pemerintah menargetkan penekanan angka pengangguran supaya bisa berada di bawah 5%. Meskipun belum mencapai target, tingkat pengangguran di Indonesia dinilai sudah mengalami penurunan.

“Kita harap bisa sampai nol tapi itu enggak mungkin, makanya kita harapkan bisa di bawah 5%,” tuturnya.

Namun demikian, untuk skala nasional 5% bukan jumlah yang sedikit. Jumlah penduduk Indonesia yang berada di angka 260 juta jiwa, maka pengangguran ditaksi sekitar 13 juta orang. “Lima persen dari 250 juta orang itu bukan jumlah kecil,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2016 tingkat pengangguran di Indonesia pada berada di angka 5,61%. Sementara tahun 2018 tingkat pengangguran berada di angka 5,13 %. Jika dihitung, penurunan angka pengangguran selama tiga tahun terakhir yakni 0,48%.

Ada pun upaya yang dilakukan yakni melalui penguatan vokasi, yakni pendidikan serupa SMK, namun untuk program setara dengan D1, D2, D3 dan D4 layaknya SMK untuk di tingkatan SMA. “Kita kejar dengan vokasi tematik, jadi lebih spesifik,” tuturnya.

Untuk Kota Tasikmalaya pihaknya belum mengetahui ada atau tidaknya. Akan tetapi di beberapa daerah sudah berjalan di mana vokasi bekerja sama dengan industri-industri yang akan merekrut para lulusan. “Jadi lulusannya diserap langsung untuk mengurai pengangguran,” katanya.

Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) M Nurdin mengatakan bahwa Dana Desa merupakan program peningkatan kesejahteraan untuk masyarakat. Program ini punya peran juga dalam pengurangan pengangguran khususnya di wilayah desa. “Tiga puluh persen dari dana desa itu dipergunakan untuk padat karya, supaya orang-orang di desa bisa bekerja,” terangnya.

Pihaknya mencatat dari pelaksanaan padat karya, jumlah tenaga kerja masyarakat yang terserap mencapai 4,64 juta orang. Dari total dana yang dikeluarkan Rp 27,71 triliun untuk padat karya melalui dana desa, Rp 7,79 trilun terserap sebagai upah kerja. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.