Beranda Kota Tasik Angka Pengangguran Makin Tinggi

Angka Pengangguran Makin Tinggi

199
BERBAGI
TINJAU. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman meninjau stan-stan perusahaan yang membuka loker di Job Fair 2018 di Bale Kota, Senin (16/4).

LETNAN HARUN – Pada 2018, angka pengangguran di Ko­ta Tasikmalaya mencapai 6,8 persen, naik dua digit dari tahun sebelumnya yang masih di angkat 4 persen. Tingginya angka tersebut menjadi tu­gas be­rat bagi Pem­kot Tasikmalaya da­lam menanggulangi para tunakarya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya Dra Hj Nunung Kartini MPd menjelaskan banyak faktor yang menyebabkan tingginya jumlah pengangguran di Kota Tasikmalaya.

Di antaranya terbatasnya akses informasi peluang kerja, banyak lulusan yang belum terserap dunia kerja dan jumlah usia kerja bertambah.

“Para pencari kerja lulusan sarjana ada. Namun, kebanyakan lulusan SMK. Soalnya kan mereka ini dibentuk atau wacananya agar segera bekerja. Saya akan bekerja keras untuk penyerapan tenaga kerja menurunkan angka tersebut,” terang Nunung kepada wartawan di sela-sela Job Fair 2018 di Bale Kota, Senin (16/4)

Nunung menyatakan tengah mengupayakan membuka Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan dan bimbingan usaha bagi para pencari kerja (pencaker) ataupun calon wirausaha. “Saya juga bercita-cita memiliki balai latihan kerja dan ini sudah kami usulkan kepada dewan dan kementerian.

BLK ini nantinya untuk membekali ilmu atau memberi pelatihan para pencari kerja yang dibutuhkan ketika mereka ini bekerja ataupun membuka usahanya sendiri,” tegas dia.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan meningkatnya angka pengangguran disebabkan beberapa faktor. Yakni efek penerapan era digital yang segala sesuatu menggunakan teknologi yang berdampak pengurangan penyerapan tenaga kerja.

Faktor lainnya peningkatan jumlah tenaga kerja asing yang tengah masuk di Indonesia. “Ini efek penerapan teknologi era digital, serba teknologi. Belum lagi di industri-industri pabrik kendaraan mobil motor menggunakan sistem robotic,” terang Budi saat meninjau Job Fair 2018 di Bale Kota.

Mengatasi permasalahan tersebut, selain mengadakan Job Fair 2018, pemkot juga berupaya menekan angka pengangguran melalui beberapa program seperti mencetak 5.000 wirausaha baru (Wub). Tak kalah penting, Budi akan memberi kemudahan dan kenyamanan bagi investor yang ingin berinvestasi di Kota Tasikmalaya. Seperti berdagang yang tak lain juga bertujuan menyerap tenaga kerja.

Budi juga menyarankan lulusan sekolah-sekolah agar mengikuti standar perkembangan zaman saat ini. “Makanya perlu pelatihan-pelatihan. Sekolah-sekolah juga dituntut harus punya standardisasi era globalisasi seraya mengantisipasi tenaga kerja asing yang saat ini sudah mulai memasuki Indonesia,” terangnya.

Wali kota juga menuturkan tugasnya selain mengatasi angka pengangguran juga sangat erat kaitnya dengan kemiskinan. “Kami kalau bicara kemiskinan itu berangkai dengan pengangguran. Kalau sudah banyak bekerja-bekerja, saya yakin angka pengangguran dan kemiskinan berkurang berbanding lurus,” tandasnya. (mg2)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.