Masyarakat Diimbau Nikah di Balai Nikah

Angka Perceraian di Pangandaran Tembus 966 Perkara

148
0
Ilustrasi-Perceraian

PANGANDARAN – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran mengajak masyarakat Pangandaran untuk memanfaatkan fasilitas biaya pernikahan Rp 0 di balai nikah Kantor Urusan Agama (KUA).

Kepala Kemenag Kabupaten Pangandaran Cece Nurhidayat mengatakan dengan lahirnya PP Nomor 48 tahun 2014, memberikan angin segar bagi mereka yang mau menikah di KUA.

”Biayanya Rp 0, sementara kalau dilaksanakan di luar kantor KUA atau pada hari libur, maka tarif biaya nikah sebesar Rp 600 ribu,” terangnya saat memberikan sambutan dalam Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag Jumat (3/1).

Menurut dia, lahirnya PP tersebut belum seutuhnya dinikmati masyarakat, karena tingkat kemandirian masyarakat masih lemah.

“Dalam artian masih meminta bantuan kepada pihak lain yang tentunya harus mengeluarkan biaya yang cukup besar,” katanya.

Ia berharap pada tahun 2020 ini ada perubahan dan terobosan baru di semua tingkatan baik RT, RW sampai dengan desa.

”Terutama terobosan di bidang administrasi, agar nikah gratis bisa dinikmati masyarakat luas,” ujarnya.

Pihaknya akan terus menggelorakan program siap nikah di balai nikah, agar semua warga benar-benar menikmati Rp 0.

Semen­tara itu ia meng­ung­kapkan angka per­ceraian di Kabu­paten Pa­ngan­daran me­ningkat dalam k­u­run waktu tiga tahun ter­akhir.

”Pada ta­hun 2017 perceraian men­capai 202 per­kara, 201 se­banyak 818 perkara dan tahun 2019 mencapai 966 perkara,” katanya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.