Ansor Minta KPU Kabupaten Tasik Transparan

658
0
BERSIKAP. Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya memberikan sikap atas situasi politik usai Pilkada 2020 dan meminta KPU transparan dalam melaksanakan berbagai tahapan, Jumat (11/12). GP ANSOR FOR RADAR TASIKMALAYA
BERSIKAP. Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya memberikan sikap atas situasi politik usai Pilkada 2020 dan meminta KPU transparan dalam melaksanakan berbagai tahapan, Jumat (11/12). GP ANSOR FOR RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SINGAPARNA – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tasikmalaya menyikapi suhu dinamika usai pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2020. Ada lima poin yang dikeluarkan terhadap hasil dan kondisi pascapemilihan. Di mana usai pencoblosan dan penghitungan terjadi ketidakpastian soal hasil suara yang diraih oleh pasangan calon.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim mengatakan, suhu dinamika politik tengah menghangat. Ada banyak faktor yang menyebabkan tensi dan situasinya menjadi sedikit riuh dan memanas. Terutama dalam proses penghitungan suara yang sampai hari ini belum ada pernyataan resmi dari KPU.

“Hanya saja adanya dua pendapat berbeda dalam proses penghitungan suara antara quick count lembaga survei dan real count yang dipublis oleh KPU,” ujar Asep kepada Radar, Jumat (11/12).

Dia menjelaskan, dalam versi quick count salah satu lembaga survei menyebutkan pasangan nomor urut 4, Iwan-Iip menang. Sedangkan data penghitungan yang muncul di KPU menunjukkan pasangan nomor urut 2 yang notabene petahana, Ade-Cecep sebagai pemenang.

Menurut dia, perbedaannya pun sangat tipis dan rawan terjadinya berbagai kemungkinan konflik. Menyikapi kondisi tersebut, PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya merasa perlu menyampaikan pernyataan sikap terkait beberapa hal.

Loading...

Pertama, terang dia, GP Ansor meminta kepada semua pihak, khususnya warga Kabupaten Tasikmalaya untuk menjaga kondusivitas.

“Jangan sampai proses demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Tasikmalaya menjadi penyebab retaknya hubungan baik antar sesama warga Kabupaten Tasik,” ujar dia.

Baca juga : Presiden Mahasiswa STIE Cipasung Tasikmalaya Minta Transparansi Data Perhitungan Suara

Kedua, GP Ansor meminta agar KPU Kabupaten Tasikmalaya selaku penyelenggara pemilu mampu bersikap independen, adil dan trasnparan. Terutama membuktikan kepada masyarakat secara menyeluruh dan utuh. Bahwa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dari mulai tahapan pemungutan suara, penghitungan dan yang lainnya berlangsung sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Ketiga, GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya untuk merilis seluruh pelanggaran-pelanggaran yang terjadi selama proses Pilkada Kabupaten Tasikmalaya ini berlangsung.

“Secara keseluruhan tanpa terkecuali. Dari mulai apa bentuk pelanggarannya, siapa pelakunya dan sejauh mana proses penegakkan aturan terkait pelanggaran tersebut,” jelasnya.

Keempat, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tasikmalaya meminta kepada aparat penegak hukum baik Polisi maupun Kejaksaan untuk menindak setiap pelanggaran dengan tuntas.

Kelima, GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya mengintruksikan kepada seluruh kader Ansor dan Banser di Kabupaten Tasikmalaya untuk turut serta mengawal kemenangan kader Ansor, KH Iip Miftahul Paoz sejak penghitungan suara dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Kemudian melaporkan segala bentuk temuan dan indikasi pelanggaran pemilu yang terjadi di wilayahnya masing-masing kepada Bawaslu. Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan mohon maaf atas segala kekurangan,” papar dia.

Sekretaris GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Fahmi Siddiq menambahkan, surat pernyataan sikap GP Ansor terhadap hasil dan kondisi di Pilkada Tasik sudah disebar kepada seluruh Ansor dan Banser di setiap kecamatan di seluruh Kabupaten Tasikmalaya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.