Antisipasi Corona di Tahanan, 107 Napi di Lapas Kota Tasik Bebas Cepat, Kemarin 14 & Hari Ini 20

605
0

KOTA TASIK – Untuk antisipasi sebaran virus corona dalam tahanan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya akan bebaskan cepat 107 narapidana (Napi). Hari Rabu (01/04) 14 orang sudah dibebaskan dan hari ini, Kamis (02/04) sebanyak 20 Napi dikeluarkan.

Langkah itu merupakan realisasi program asimilasi dan hak integrasi Lapas dan Lapas Anak berdasarkan Keputusan Kemenhumkam Nomor 10 Tahun 2020, tentang pencegahan penyebaran covid-19 di lapas.

Para narapidana itu dirumahkan dan wajib melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari pihak Lapas setempat.

“Sejak Rabu (1/04) kemarin, kita sudah mengeluarkan 14 warga binaan, 1 perempuan dan 13 laki-laki. Mereka dirumahkan untuk isolasi mandiri mencegah penyebaran corona,” ujar Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Sulardi kepada wartawan.

Sulardi menerangkan, pembebasan narapidana sesuai program asimilasi di lapasnya itu rencananya akan membebaskan juga sebanyak 107 narapidana seluruhnya.

Pembebasan akan bertahap dilakukan karena harus melaksanakan seleksi dan pendataan sesuai keputusan Kemenhumkam sampai 31 Desember 2020 mendatang.

Loading...

“Narapidana yang mendapatkan asimilasi adalah, narapidana atau warga binaan yang sudah menjalani setengah masa tahanan pidana, berkelakuan baik dan telah mengikuti program pembinaan di lapas secara baik pula. Kategorinya bagi warga binaan tindak pidana umum,” terangnya.

Sesuai Keputusan Kemenhumkam tersebut, lanjut Sulardi, pertimbangan Lapas melakukan program asimilasi adalah yang memiliki tingkat hunian tinggi.

Lapas Tasikmalaya sendiri kondisinya selama ini overload, kapasitas maksimal untuk menampung 88 narapidana tapi saat ini diisi sebanyak 342 warga binaan.

Kondisi tersebut diyakini akan sangat rawan penyebaran corona karena Lapas yang dipimpinnya selama ini over kapasitas.

“Merumahkan narapidana melalui asimilasi dan hak integrasi ini adalah upaya pencegahan dan penyelamatan narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan over kapasitas dari penyebaran Covid-19,” jelas Sulardi.

Khusus bagi narapidana yang mendapatkan program asimilasi, kata Sulardi, tak diperbolehkan bepergian keluar kota dan rumahnya masing-masing nantinya.

Mereka pun tetap akan diawasi sampai nantinya benar-benar dinyatakan bebas bebas murni.

Hari ini pun direncanakan pihaknya akan membebaskan kembali sebanyak 20 narapidana yang mendapatkan program khusus selama kondisi perang melawan pandemi corona di Indonesia tersebut.

“Insya Allah hari ini kalau tidak ada halangan kita kembali merumahkan sebanyak 20 warga binaan,” pungkasnya. (rez)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.