Antisipasi Corona, Pemkot Tasik Tempatkan 4 Alat Pendeteksi Suhu di Sini..

193
0

KOTA TASIK – Guna antisipasi penyebadan virus corona di Wilayah Kota Tasik, pemerintah (Pemkot) siapkan 4 alat pendeteksi suhu.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, mengikuti teleconference seluruh rumah sakit se-Kota Tasik di RSUD dr Soekardjo dengan pihak RSHS Bandung, yang menjadi rujukan penanganan pasien virus Corona, Kamis (05/03) siang.

Teleconference ini, juga diikuti lebih dari 100 rumah sakit se-Jawa Barat. Hal ini dilakukan dia untuk mendapatkan semua informasi soal tahapan penanganan jika ada warganya yang diduga terjangkit virus Corona.

Jadi, sebelum dibawa ke rumah sakit rujukan penanganan Corona di RSHS Bandung, pihak rumah sakit di Kota Tasik bisa melakukan penanganan awal. Hal itu ditegaskan dia usai teleconference.

“Tadi saya sempat menanyakan harga alat untuk mengeceknya. Karena kan harus ke laboratorium Kemenkes Jakarta diperiksanya. Sedangkan kita ingin deteksi cepat agar tak menumpuk serta segera tertangani jika di kita ada yang positif,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com.

“Harganya sekitar Rp1 miliar atau Rp2 miliar. Ua tiap daerah mungkin bisa memilikinya. Dengan anggaran dari tanggap darurat. Karena corona ini adalah bencana yang harus segera diantisipasi. Ini menyangkut kemanusiaan,” sambungnya.

Loading...

Namun, terang dia, dalam pertemuan itu ternyata bukan harganya yang mahal.

“Tapi yang sulit harus laboratorium yang sudah mendapatkan sertifikasi dari WHO internasional. Jadi jika tak mendapatkan sertifikat itu, pihak laboratorium tak bisa mengumumkan bahwa itu negatif atau positif,” terangnya.

Jadi, beber dia, laboratorium yang sudah punya sertifikat itu adalah di Kemenkes, Jakarta. “Itu masalahnya. Jadi percuma juga jika punya alat tapi tak punya sertifikasinya,” bebernya.

Walaupun demikian, Budi yang juga Ketua Crisis Center Covid-19 ini tetap bersyukur, hingga hari ini Kota Tasik tak ada satupun Orang dalam Pantauan (ODP).

“Lalu belum ada juga Pasien dalam Pengawasan (PDP). “Kemarin memang ada ODP warga Ciamis dan sudsh diserahkan ke Dinkes Ciamis,” katanya.

Namun, tambah dia, pihaknya tetap waspada. “Dan yang penting tetap menjaga pola hidup sehat dan bersih. Jadi masyarakat jangan panik duluan. Percayakan antisipasi pada kita,” tambahnya.

Sedangkan jika ada warganya yang masuk kategiri ODP atau PDP, masih tetap bisa berobat jalan. Pemantauannya di bawah pengawasan Dinkes selama 14 hari.

“Itu kalau sudah ada indikasi atau kecurigaan dilakukan pemantauan seperti itu,” paparnya.

Tapi, kalau nanti sudah ada gejala-gejala seperti sesak dan lain sebagainya, itu langsung dimasukan ke ruang isolasi rumah sakit.

“Itu namanya pasien dalam pengawasan. Lalu, nanti diambil sample-nya dan dibawa sample itu ke laboratorium Kemenkes dan menunggu hasilnya,” jelasnya.

Tukas dia, walaupun Kota Tasik tak punya alat untuk menguji sample ODP dan PDP, namun saat ini pihaknya memiliki 4 alat untuk mendeteksi suhu.

“Akan di tempatkan di bandara, di stasiun, dan tempat keluar masuk banyak warga di Tasik,” tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Uus Supangat menuturkan, alat termkscaner inframerah ini akan dititipkan pihaknya ke Bandara Wiriadinata, Stasiun Kereta Api dan lain sebagainya.

“Namanya alat termoscaner inframerah untuk memeriksa suhu tubuh, atau agar terdeteksi cepat. Dengan menggunakan alat ini diharapkan deteksi dini untuk corona dari suhu tubuh berjalan dengan cepat antisipasinya,” tuturnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.