Antisipasi DBD Bisa Libatkan Santri

15
PENCEGAHAN. Wakil Gubernur Jabar H Uu Ruzhanul Ulum saat diwawancarai terkait antisipasi demam berdarah dengue di Jawa Barat usai kegiatan Diklat IPPNU Rabu (6/2).

TAROGONG KALER – Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum meminta santri di seluruh pesantren bisa menjadi garda terdepan dalam menangani dan mengantisipasi penyebaran wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Barat.

“Kenapa tidak libatkan santri dalam antisipasi masalah ini (DBD)? Kan di Jawa Barat ada Iksan-nya (ikatan santri),” ujar panglima santri Jawa Barat ini saat menghadiri pendidikan dan pelatihan (diklat) IPPNU di Gedung Patriot, Cipanas, Garut Rabu (6/2).

Menurut dia, keberadaan santri di Jawa Barat bisa mendukung dalam mengantisipasi masalah DBD. “Asalkan harus diberi pemahaman dulu bagaimana cara dan upaya yang dilakukan dalam pencegahan ini sebelum diterjunkan di masyarakat,” ungkapnya.

Uu menerangkan saat ini penyebaran wabah DBD di Jawa Barat sudah terjadi dan mengalami peningkatan, tetapi penyebarannya belum masuk pada status kejadian luar biasa (KLB).

“Sekarang kan musim hujan, wabah DBD pasti meningkat. Kita maksimalkan penanganannya saja di setiap daerah,” terangnya.

Peningkatan penyebaran DBD, kata dia, terjadi karena mamasuki musim hujan. Karena banyak jentik nyamuk yang tak diketahui keberadaannya. “Masyarakat juga harus tahu soal titik-titik jentik nyamuk. Harus segera dibersihkan supaya tak menyebabkan DBD,” katanya.

Uu juga sudah meminta setiap lokasi yang sudah terkena DBD untuk dilakukan pengasapan atau fogging. Penyuluhan kepada masyarakat tentang sumber dan bahaya DBD juga harus disampaikan. “Nanti kalau tidak tahu malah terlena dan bisa timbul lagi, timbul lagi (penyakit DBD),” paparnya.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengakan total penderita DBD di Kabupaten Garut telah mencapai 188 kasus dengan rincian 157 kasus terjangkit DBD. Sisanya sebanyak 31 kasus kategori demam dengue.

Dari total penderita DBD, kata dia, menyebar hampir merata hampir di seluruh Kecamatan di Kabupaten Garut. Tetapi yang paling banyak itu di Kecamatan Limbangan, Tarogong Kaler dan Tarogong Kidul. “Meski banyak, tetapi belum masuk KLB, masih bisa kita tangani,” terangnya.

Helmi mengatakan untuk menghindari bertambahnya jumlah pasien, pihaknya meminta seluruh masyarakat sigap dan mampu menjaga kebersihan, terutama tempat yang berpotensi menampung air karena itu merupakan sarang nyamuk. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.