Antisipasi Narkoba, Daerah Transit Perlu Diwaspadai

29
0

BANJAR – Usia produktif antara 17-40 tahun rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Hal itu terungkap saat rapat koordinasi pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial di ruang rapat II Setda Kota Banjar Rabu (24/7).

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis AKBP Yaya Setia Negara mengatakan rapat koordinasi sebagai bentuk antisipasi peredaran narkoba, khususnya di Kota Banjar. Terlebih peredaran narkoba banyak menyasar usia-usia produktif.

“Meski Banjar bukan kota tujuan narkoba, tapi merupakan daerah transit yang perlu kita waspadai. Karena berpotensi terjadi penyalahgunaan peredaran narkoba,” ujarnya usai rakor.

Sebagai penolakan terhadap narkoba, Yaya pun berharap ke depan para aparatur sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan, Polri dan TNI mau melakukan tes urine.

“Harapan kita Kota Banjar Bersinar (bersih dari narkoba), salah satu caranya dengan benar menolak narkoba,” ujarnya.

Kasubsi Pembinaan Lapas Banjar Adiyanto mengatakan perlu upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, baik di lingkungan Lapas maupun masyarakat.

“Kita akui di Lapas Banjar banyak penghuni pengedar narkoba. Di sana mereka direhabilitasi dan diberi pembinaan supaya bisa kembali ke jalan yang lurus,” katanya.

Wakil Walikota Banjar Nana Suryana berharap Kota Banjar bersih dari narkoba. “Tes urine ASN perlu ada korelasi, baik dari segi anggaran maupun kesiapan. Untuk tindak lanjutnya nanti setelah setelah rakor,” katanya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.