Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Antisipasi Para Spekulan, Uu Sembunyikan Penentuan Lokasi

275
0
DIWAWANCARA. Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum SE saat di wawancara di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda, kemarin. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
DIWAWANCARA. Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum SE saat di wawancara di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Huda, kemarin. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum SE meminta kepada ma­syarakat yang memiliki lahan untuk tidak mem­persulit proses pem­bangunan Jalan Tol Bandung-Tasikmalaya-Cilacap (Bataci). Saat ini, Uu mengendus mulai banyak para pembeli lahan yang akan dilalui tol.

Uu menyebut, pembangunan Tol Bataci yang melintasi Gedebage, Majalaya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran dan Cilacap itu untuk mengakomodir keinginan masyarakat.

“Pemerintah hari ini bukan lagi top down dari atas ke bawah. Akan tetapi bottom up atau mendengar, melihat dari keinginan di bawah,” ujar Uu kepada Radar di kediamannya di Kompleks Ponpes Miftahul Huda Manonjaya, Sabtu (19/10).

Dalam pembangunan tol ini, Uu berharap ada gayung bersambut dari masyarakat bawah. Pengerjaan proyek tersebut biasa bermasalah dalam pembebasan lahan masyarakat yang dilalui tol.

“Seperti Jalan Tol Sundawu akses jalan ke Bandara Kertajati-Majalengka, hingga saat ini belum selesai, kendalanya dalam pembebasan lahan cukup sulit, lama dan belum rampung. Saya khawatir dalam pembangunan Tol Gedebage-Cilacap saat penentuan lokasi terhambat,” kata Uu.

Lokasi atau site plan tol ini sudah ditentukan oleh Pemprov Jabar. Dia khawatir ada kelompok masyarakat atau spekulan yang menjadikan masalah saat proses pembebasan lahan dan tanah sehingga waktu terkendala.

Menurut Uu, progres pembangunan Jalan Bataci sudah tahap satu yakni dari Gedebage sampai Rancaekek sepanjang 11 kilometer. Kemudian akan ditentukan lokasi lainnya.

“Yang menentukan adalah kami, Pemprov Jabar. Tetapi kami pun agak sedikit khawatir ketika penlok ditentukan, apalagi sekarang sudah ramai katanya exit tolnya ada di sana-sini. Sekarang banyak yang beli tanah,” ujar dia.

Kemudian, lanjut dia, banyak muncul spekulan-spekulan dari berbagai daerah datang ke lokasi yang dikabarkan akan dilalui tol untuk membeli tanah. Pemprov sebenarnya tidak rugi ada pihak yang ikut bisnis lahan.

“Tetapi tolong jangan mengganggu atau sampai menghambat pembangunan jalan tol ini. Karena pembangunan lewat program pemerintah terbatas waktu, tidak bisa seenaknya, anggaran tahun 2020 harus habis dalam satu tahun, anggaran 2021 harus habis di tahun sama,” ujar dia.

Jadi, tambah Uu, jika terhambat anggarannya bisa-bisa menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sehingga dikhawatirkan bermasalah kepada pihak ketiganya.

Uu mengaku sebagai putra asli Tasik, sudah mendengar keinginan dari berbagai daerah yang dilalui tol termasuk Tasikmalaya yang ingin ada exit tol baik di kota/kabupaten.

“Kalau saya tidak usah diingatkan lagi, karena saya orang Tasik, pasti kebutuhan masyarakat Tasik saya sudah paham. Jadi harus dipahami juga saya ini wakil gubernur tingkat provinsi. Jadi di samping saya memperhatikan masyarakat Tasik saya juga memperhatikan masyarakat Garut, Bandung dan daerah lain yang dilewati tol,” tutur Uu.

Uu mengakui tidak bisa hanya memperhatikan satu wilayah atau daerah tertentu saja. Akan tetapi kecintaan Uu terhadap tanah kelahiran yang menurutnya adalah sebagian dari iman tetap dijaga.

“Saya lahir di Tasik pasti cinta Tasik, saya sudah tahu penlok exit tol yang akan dibangun di Tasik di mana saja. Site plan sudah ada di saya, tetapi apakah saya elok harus menyampaikannya kepada masyarakat. Khawatir ada spekulan-spekulan,” tambah Uu.

Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto SIP berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang berupaya memperjuangkan membangun exit tol di Tasikmalaya kota/kabupaten.

“Tentu ini terima kasih, bahwa Kabupaten Tasikmalaya sebagaimana yang kita harapkan exit tolnya masuk di Tasik. Dengan pertimbangan di Ciawi atau di Singaparna bagi saya tidak terlalu prinsip, yang penting Tasikmalaya ada exit tol,” harap dia.

Ade akan berupaya mempersiapkan segala sesuatunya dan memanfaatkan rencana pembangunan exit tol yang akan dibangun di Tasik baik kota/kabupaten dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan ekonomi masyarakat di Tasikmalaya.

“Kita sambut baik, kita pun akan segera melakukan persiapan untuk pembangunan tol ini. Karena menyangkut perubahan tata ruang, masalah hubungan bisnis dan kehidupan ekonomi masyarakat,” ujar Ade.

Saat ini persiapan yang dilakukan pemerintah daerah, tambah Ade, demi mempersiapkan Tol Bataci yang akan mulai dioperasikan 2024 adalah mulai memindahkan Pasar dan Terminal Singaparna, merevisi rencana tata ruang wilayah dan Jalan Lingkar Utara (Lingtar).

“Kita persiapkan sejauh mana pemanfaatannya, kalau exit tol ada di Tasikmalaya gerbang tol kendaraan lebih cepat dan jangan sampai masyarakat sebagai penonton saja, harus jadi pelaku dan pemanfaat pembangunan tol ini,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.