Antisipasi Pemudik Masuk, Perbatasan Kota Tasik Diperketat

1764
1

KOTA TASIK – Jelang Lebaran, aparat kepolisian di Tasikmalaya disiagakan di perbatasan, untuk memperketat pergerakan pemudik dari zona merah Covid-19.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto mengatakan, polisi masih memegang perintah Presiden Joko Widodo terkait larangan mudik selama pandemi Covid-19.

Karena itu, untuk mengantisipasi pemudik yang datang dari luar daerah ke Tasikmalaya, polisi masih akan melakukan penyekatan di pos perbatasan. Setiap kendaraan dari luar daerah akan diperiksa.

“Karena larangan mudik juga belum dicabut, kita akan terus awasi pergerakan orang dan barang,” katanya kepada radartasikmalaya.com, Selasa (19/05) pagi.

Baca juga : 4 Positif Corona & 64 Pegawai Test Swab, Puskesmas Tamansari Tutup 14 Hari

Apalagi, baik Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya, masuk ke dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Jawa Barat (Jabar).

Artinya, dua daerah itu harus memperpanjang PSBB secara penuh.

Kapolres menyatakan, apapun kesepakatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait PSBB, polisi siap melaksanakannya.

Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, PSBB di Kota Tasikmalaya akan diperpanjang hingga 29 Mei.

Hal itu didasari karena selama PSBB diberlakukan, masih terjadi penambahan kasus positif Covid-19.

Ia mengatakan, pihaknya akan lebih memperluas penyekatan dalam penerapan PSBB lanjutan.

“Terutama di pusat kota dan kecamatan yang diindikasi terjadi transmisi lokal,” tuturnya.

Selain itu, Budi menambahkan, pihaknya juga akan kembali mengaktifkan pos pembatasan.

Pos itu dinilai dapat menahan masuk laju pergerakan orang yang ingin masuk ke Kota Tasikmalaya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Saya sebagai pelaku usaha yang bergerak di bidang transportasi angkutan umum bus AKAP di sebuah PT di kota tasikmalaya memang yang terkena lngsung Dari dampak PSBB wilayah tersebut, karena hampir 2 bulan ini saya sudah nganggur, da PHJ bukan bekerja pun tidak, padahal kebutuhan hidup tidak bisa di acuhkan, Dan mungkin bukan cuma saya… Karena saya yakin masih banyak rekan2 saya yang nasibnya sama, karena penghasilan saya bukan gaji bulanan, tetapi termasuk buruh harian, yang notabene kalo kerja dapat duit, gak kerja ya gak ada duit.. Dan saya pun enggak tahu mau sampai kapan saya di rumahkan seperti ini, Untuk itu saya mohon kepada pihak terkait baik Dari pemerintah, pengusaha ataupun mungkin ada donatur yang mau membantu secara langsung bisa transfer ke Nomor rekening BRI 444901002573508,jujur saya sangat membutuhkan bantuan tersebut Dan mudah2an ada orang yang tergerak hatinya untuk membantu saya, terimaksih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.