Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemkab Garut Perketat Pengawasan TKA

1642
0

TAROGONG KIDUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut akan memperketat pengawasan terhadap para tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Garut. Tindakan itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Kepala Disnanertrans Kabupaten Garut Raden Tedi mengatakan hasil pendataan, saat ini ada 34 tenaga kerja asing yang bekerja di beberapa perusahaan di Garut.

Baca juga : Pengurus Cabor Apresiasi Laporan Keuangan KONI Garut

Dari total TKA itu, dua orang merupakan asal Tiongkok, sementara sisanya berasal dari Korea Selatan (Korsel). “Pengawasan TKA ini sebetulanya sudah dilakukan sejak lama. Setelah adanya virus corona ini, kita perketat lagi,” ujar Tedi kepada wartawan di kantornya Jumat (13/3).

Menurut dia, selain dokumen ketenagakerjaanya, kesehatan para TKA juga ikut diperiksa. Karena seluruh TKA di Garut berasal dari negara yang pengidap virus corona. “Jauh-jauh hari kita sudah berupaya untuk melakukan verifikasi terhadap TKA yang ada di Garut, sampai saat ini tidak ada yang sakit atau mengalami gejala yang seperti itu (virus corona),” katanya

Tedi mengaku sudah melakukan verifikasi data dan pengawasan terhadap TKA yang bekerja di Garut. Hal ini sebagai upaya memastikan tidak adanya TKA yang terjangkit virus corona. “Kita selalu melakukan pengawasan di setiap pabrik yang mempekerjakan TKA,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya bersama dinas lain sudah tergabung pada pembentukan tim kriris center penanganan virus corona. “Kalau tim (krisis center) sebenarnya sudah dibentuk, tinggal tunggu SK (surat keputusan) dari bapak bupati saja,” katanya.

Pihaknya juga sudah dari jauh-jauh hari melakukan pencegahan supaya TKA yang bekerja di Garut tidak membawa penyakit. “Pengawasannya sangat ketat, ketika TKA tidak disertai dengan dokumen kesehatan yang lengkap bisa kita pulangkan,” ucapnya.

Tim Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan (TPIKP) Covid-19 Kabupaten Garut terus melakukan sosialialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan pembiasaan mencuci tangan pakai sabun di beberapa sekolah dasar (SD) dan SMP di kawasan perkotaan Garut. Kegiatan itu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

“Kami terus melakukan sosialisasi ini, supaya masyarakat ataupun siswa terbiasa melaksanakan PHBS dan cuci tangan,” ujar juru bicara TPIKP Covid-Garut Ricky R Darajat kepada wartawan kemarin.

Pihaknya juga memberikan pemahaman tentang virus corona serta upaya yang harus dilakukan supaya terhindar dari virus tersebut. “Kami juga meminta masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada terhadap ancaman virus corona dan virus lain yang berefek buruknya pada tubuh manusia,” terangnya.

Ricky juga meminta seluruh guru dapat memberikan pencerahan kepada siswanya agar tidak panik namun tetap waspada serta jangan termakan isu hoaks terkait virus corona dan membiasakan PHBS di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat. “Kami minta kegiatan UKS yang ada di sekolah diaktifkan kembali,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.