Antisipasi Rabies, Anjing Divaksin

89
0
ISTIMEWA VAKSINASI. Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis memvaksin anjing di Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing baru-baru ini.

CIAMIS –Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis memvaksin 80 anjing dan kucing yang dipelihara masyarakat di Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing. Vaksinasi hewan peliharan itu akan dilaksanakan hingga Agustus mendatang.

Sekretaris Disnakan Kabupaten Ciamis Otong Bustomi menjelaskan, vaksinasi hewan peliharaan baru dilakukan di Desa Kertabumi. Selanjutnya akan dilakukan ke desa-desa lain secara bertahap. “Kita menjaga ketenteraman masyarakat khususnya terhadap penyakit anjing gila atau rabies,” kata dia.

Menurut dia, populasi anjing di Kabupaten Ciamis cukup banyak terutama di daerah pegunungan. Warga memelihara anjing untuk berburu. Namun, kerawanan anjing rabies berada di perkotaan seperti Ciamis, Cijeungjing, Sindangkasih dan Cikoneng.

Ciamis, kata dia, termasuk daerah rawan rabies karena masuk wilayah perlintasan sehingga ancaman munculnya penyakit hewan tinggi. Bahkan, ada kasus rabies di wilayah Jawa Tengah bisa saja sampai ke Ciamis. “Untuk itu kami mengajak kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan anjing, kucing atau kera untuk datang dan lapor ke dinasnya bila ingin dilakukan suntik vaksin rabies secara gratis,” ujar dia.

Dia menjelaskan, idealnya hewan peliharaan itu disuntik antirabies setahun sekali bagi anjing yang berumur di atas tiga bulan. Hal tersebut penting dilakukan untuk pencegahan dini. Apalagi kasus anjing rabies pernah ditemukan pada 1997. Untungnya, hingga saat ini tidak ditemukan lagi.

Penyakit rabies, kata dia, merupakan penyakit menular yang bisa mematikan manusia melalui gigitan hewan yang terkontaminasi penyakit itu. Ciri-ciri anjing rabies itu biasanya takut air, mata merah, terus menggonggong, memakan barang-barang di depannya dan cenderung agresif.

“Maka bila telanjur digigit anjing yang perlu dilakukan dengan mencuci bekas gigitan menggunakan sabun. Lantas basuh alkohol dan dibawa ke puskesmas untuk mendapat penanganan dokter,” ujar Otong. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.