Antusiasme Tinggi, Surat Suara Kurang

42
MENCOBLOS. Salah seorang warga binaan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, Rabu (17/4). ujang nandar / radar tasikmalaya

TAWANG – Antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sangat tinggi. Namun, semangat warga untuk memilih, Rabu (17/4), tidak semuanya tersalurkan lantaran jumlah surat suara kurang dan tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT).

Kondisi tersebut terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 016 dan 017 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya. Akibat kurangnya surat suara, proses pencoblosan sempat terhenti selama dua jam.

Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Tanggul menerangkan, jumlah warga binaan lapas yang siap menggunakan hak pilihnya ada 246 orang. Namun, surat suara yang disediakan hanya 75 lembar. “Itu belum mencapai 50 persennya dari total warga binaan yang siap mencoblos,” katanya kepada wartawan Rabu (17/4).

Sejak tiga hari lalu, lapas sudah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya. KPU saat itu akan menyediakan surat suara berdasarkan jumlah warga binaan sebanyak 246 orang yang sudah masuk DPT plus dua persen. Namun, dalam kenyataannya, kemarin jumlah surat suara sangat kurang.

Kurangnya surat suara tersebut, pihak lapas berkoordinasi lagi dengan KPU. Hasil koordinasi, kekurangan surat suara ditanggulangi dengan mengambil surat suara dari TPS terdekat. “Kami memang saat ini memerlukan perhatian untuk warga binaan. Akibat kekurangan itu, proses pencoblosan sempat terhenti 2 jam untuk menunggu kedatangan surat suara,” ujar dia.

Menurut dia, warga binaan di lapasnya tidak semua masuk DPT sehingga mereka tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Jumlah yang tak masuk DPT itu ada 96 orang ditambah 24 orang yang tidak tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tasikmalaya karena berasal dari luar daerah seperti Bekasi dan Jakarta. Kemudian ada tujuh warga binaan lagi yang baru masuk lapas.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan ke Lapas Kelas II B Tasikmalaya, memang ada masalah kekurangan surat suara di bawah 50 persen. Dia menyesalkan lapas tidak menjadi prioritas KPU. Padahal, jumlah warga binaan sudah terukur dan mereka juga tidak bisa mobile. “Faktor kerawanan sudah diperhitungkan,” katanya.

Ketua KPU Kota Tasikmalaya Ade Zaenul Muttaqin menyatakan, kekurangan surat suara itu di luar perkiraannya. Semula, jumlah surat suara sudah disesuaikan dengan jumlah warga binaan yang punya hak pilih. Namun, pada prosesnya ternyata tidak hanya warga binaan yang mencoblos di TPS 016 dan 017, tetapi juga petugas lapas. “Sementara yang nyoblos ada DPTb yang merupakan warga binaan baru dan petugas lapas sehingga kemudian alokasi surat suara tidak sesuai. Dipastikan kurang,” kata dia.

Mengatasi kekurangan itu, pihaknya mengambil surat suara dari TPS terdekat.

Versi KPU, jumlah DPT di lapas itu sebanyak 95 warga binaan. Surat suara yang disediakan ada 98 lembar. “Kekurangan 243 surat suara untuk warga binaan baru. Itu kita ambil dari TPS sekitar ini,” ujar Ade.

Sementara itu, berdasarkan hasil perhitungan suara di TPS 016 dan 017, pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul dari pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Di TPS 016, Prabowo-Sandi meraih 96 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf sebanyak 46 suara. Di TPS tersebut ada empas suara tidak sah.

Di TPS 017, Prabowo-Sandi mengantongi 118 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf 43 suara. Di TPS tersebut ada lima suara tidak sah. “Itu baru untuk presiden dan wakil presiden selesai,” kata Ketua TPS 017 Yayan. (ujg)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.