Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

0.9%

60%

2.4%

0.2%

4.5%

20.1%

11.7%

0%

0.1%

0%

Aparat Geledah Seluruh Sel di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ini Hasilnya..

351
0

KOTA TASIK – Guna menekan sekaligus mencari pengendali peredaraan Narkoba, aparat gabungan yang terdiri Polres Tasikmalaya Kota, BNK Kota Tasikmalaya dan Kodim 0612/Tsm, menggeledah setiap kamar para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya, Minggu (15/12) sore.

Pantauan radartasikmalaya.com, razia atau penggeledahan yang dilakukan pukul 15.45 WIB ini dilakukan di seluruh kamar Lapas yang jumlahnya sebanyak 24 kamar.

Satu persatu kamar-kamar penghunu Lapas digeledah untuk mencari apakah ada benda-benda yang dilarang atau tidak. Benda yang dicari itu seperti mulai handphone dan lain sebagainya.

Selama 1 jam 30 menit proses razia itu tuntas. Hasilnya, tak didapati ponsel di dalam kamar Lapas.

Tetapi, didapati alat-alat cukur jenggot, kaleng bekas minuman, batu, korek api, paku, kaleng dan lain sebagainya. Walaupun demikian, 7 penghuni Lapas (lelaki 4 orang dan wanita 3 orang) yang merupakan kasus Narkoba sempat dites urinenya oleh BNK. Namun hasilnya negatif.

“Jadi lakukan razia ini yang merupakan tugas dari pimpinan (KemenkumHAM, Red) bahwa menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kami harus melakukan bersih-bersih kantor menyangkut Narkotika dan barang lainnya yang dilarang di Lapas seperti handphone,” ujar Kalapas Kelas IIB Tasik, Tunggul Buono kepada radartasikmalaya.com usai razia.

“Jadi ini memang perintah langsung dari pimpinan bahwa razia ini tak hanya dilaksanakan di Lapas Tasik saja. Tapi diseluruh Lapas se-Indonesia mulai dari tanggal 13 Desember hingga hari ini deadline-nya. Jadi kami diberikan waktu baik Lapas maupun Rutan (Rumah Tahanan) selama 3 hari itu,” sambungnya.

Terang dia, razia ini adalah satu tindakan pencegahan untuk menekan penyalah gunaan Narkoba di dalam Lapas.

“Hasilnya kami tak menemukan barang-barang terlarang seperti handphone mapun Narkoba. Dan warga binaan kami juga sebanyak 7 orang ditest urine dan Alhamdulillah hasilnya negatif yang artinya di dalam tak melakukan penyalahgunaan Narkoba,” terangnya.

Jelas dia, razia ini juga akibat ada satu hal kejadian yang menjadi perhatian daripada KemenkumHAM khususnya dari Dirjen Pemasyarakatan.

“Bahwa disinyalir masih banyak Lapas dan Rutan di Indonesia melakukan bentuk pengendalian Narkoba. Oleh sebab itu Pak Menteri (KumHAM) memerintahkan melakukan penggeledahan ini,” jelasnya.

Kasi Brantas BNK Kota Tasik, Kompol Denis Sarif menuturkan, sekecil apapun hasil penyelidikan pihaknya terkait Narkoba seperti apa, selalu diinformasikan kepada pihak Lapas dan selalu ditindaklanjuti.

“Bukti sekarang Alhamdulillah. Hasil dari penggeledahan di kamar penghuni Lapas dengan kasus Narkoba tak ditemukan hape maupun Narkoba,” tuturnya.

Jelas dia, hal ini merupakan salah satu bukti bahwa di kegiatan ini menjadi atensi bagi pihak Lapas yang terus menindaklanjuti berbagai informasi yang didapat pihaknya di lapangan.

“Sebab informasi di lapangan juga hasil penyelidikan, tahanan yang mengendalikan di Lapas itu menjadi operator. Di seluruh Indonesia, Lapas memang masif melakukan ini, karena disinyalir operator peredaran Narkoba itu ada di Lapas. Tapi Alhamdullah di Tasik nol, alias tidak ada,” jelasnya.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.