APBD 2020 Kota Banjar Terserap 83,16%

41
0
Heri Sapari Sekretaris BPPKAD Kota Banjar
Heri Sapari Sekretaris BPPKAD Kota Banjar
Loading...

BANJAR – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Banjar tahun 2020 terealisasi sebanyak Rp 677.862.130.153 atau sekitar sekitar 83,16 persen dari pagu Rp 815.203.085.479. APBD murni dan perubahan itu terdiri dari pagu belanja tidak langsung (BTL) sebesar Rp 465.894.414.464 dan belanja langsung (BL) sebesar Rp 349.308.671.013.

“Untuk total realisasi belanja langsung sebesar Rp 265.251.719.766 atau sekitar 74,32 persen. Kemudian untuk belanja tidak langsung terealisasi Rp 412.610.410.387 atau sekitar 88,55 persen,” kata Sekretaris Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar Heri Sapari, Rabu (30/12).

Baca juga : Pelayanan Pengambilan Dokumen Tilang di Kejaksaan Kota Banjar Kembali Dibuka

Ia menjelaskan, sisa pagu anggaran dari total pagu APBD 2020 murni dan perubahan sebesar Rp 137.340.955.326 atau sekitar 16,85 persen.

“Itu semua APBD dari total dana alokasi khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU), Bantuan Provinsi (Banprov), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Heri.

Loading...

Kemudian, katanya, serapan anggaran itu juga sudah termasuk dana biaya tidak terduga (BTT) hasil refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. “Realisasi itu termasuk untuk pos anggaran yang disimpan di BTT untuk penanganan Covid-19,” katanya.

Pemerintah kota sendiri sudah menetapkan batas akhir pengajuan SPM dari SKPD untuk diterbitkan SP2D maksimal 15 Desember melalui Surat Edaran Sekretariat Daerah perihal pengajuan SPM akhir tahun. Namun, realisasi di lapangan, beberapa serapan belanja modal atau barang jasa ada yang molor. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.