APBD Murni 2021 Kota Banjar Terancam Refocusing Covid-19

43
0
Agus Nugraha Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar
Agus Nugraha Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar

BANJAR – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni tahun 2021 kembali terancam dipangkas untuk penanganan Covid-19.

“Ya jika kondisi pandemi Covid-19 masih berlangsung seperti ini akan ada refocusing lagi. Kondisinya saat ini saja masih terus ada penambahan jumlah yang terkonfirmasi positif. Kemungkinan masih terjadi untuk pemangkasan anggaran tahun depan,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Agus Nugraha, Senin (28/12).

Ia menjelaskan, tahun depan belum terpola berapa besar anggaran yang harus disiapkan karena tidak bisa dengan cara spekulasi. Tetap, perencanaan yang matang harus dibuat supaya penanganannya maksimal.

“Imbasnya ya sama seperti pada tahun ini, banyak program yang tertunda, terutama pada pembangunan atau pembelanjaan barang jasa ya. Kalau untuk belanja pegawai itu kan tidak diganggu karena untuk gaji salah satunya,” kata Agus.

Baca juga : Warga Kota Banjar Harus Tahu, Gejala Biasa Ini Jadi Tanda Terpapar Covid-19

Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Tri Pamuji mengatakan, kemungkinan untuk refocusing tahun depan untuk pembiayaan vaksinasi. Karena, vaksin gratis untuk masyarakat itu dibebankan kepada APBD.

“APBD Kota Banjar tahun 2021 sendiri sudah masuk tahap pengesahan yakni sebesar Rp 778 miliar. Menurun dibanding APBD murni tahun 2020, menurun sekitar Rp 25 miliar,” katanya.

Alasan penurunan lantaran Pendapatan Kota Banjar lebih kecil, baik dari transfer dari DAK dan DAU berkurang. Banprov berkurang, pendapatan PAD dan lain-lain yang sah juga berkurang.

“Untuk refocusing kita masih menunggu aturan dari pemerintah pusat, regulasinya seperti apa dan besaran kebutuhan untuk biaya vaksinasi yang dibebankan ke APBD juga kita belum tahu,” kata dia. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.