APBD Perubahan Kota Banjar Disahkan, Anggaran Rp27 M Siap Diserap

82
1

BANJAR – Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2020 telah disahkan di gedung DPRD pekan lalu. Dengan demikian, anggaran sekitar Rp 27 miliar sudah mulai bisa diserap dan kegiatan rencana kerja setiap OPD sudah bisa dilakukan.

“APBD Perubahan tahun 2020 sudah di-perda-kan. Kegiatan-kegiatan yang didanai dari APBD Perubahan tahun 2020 sudah mulai bisa dilaksanakan,” kata Kepala Bidang Anggaran Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar, Asep Mulyana Minggu (27/9).

Sebelumnya, ia mengatakan hasil evaluasi gubernur untuk APBD Perubahan 2020 tidak ada perubahan atau evaluasi yang signifikan. Hanya saja ada pengurangan jumlah anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar 10 persen, itu karena penyesuaian anggaran dari dampak dari Covid-19.

Baca juga : OPD di Kota Banjar Masih Sembunyikan Informasi Publik Meski Ada Website

“Tidak ada perubahan signifikan, hanya penerapan aturan-aturan yang menjadi rambu dalam penganggaran. Namun untuk kita tidak berpengaruh karena kita sudah sesuai rambu peraturannya. Untuk kegiatan-kegiatan kerja yang diusulkan di APBD Perubahan aman, akan terlaksana. Kamudian ada penyesuaian dari sisi pendapatan asli daerah (PAD) sedikit,” jelasnya.

Asep menjelaskan, program kegiatan yang biasa dilaksanakan di perubahan tidak terganggu refocussing Covid-19. Lantaran dari dana BTT hasil tiga kali refocussing di APBD murni 2020 masih tersisa sekitar Rp 6 miliar untuk mengatasi kebutuhan anggaran Covid-19 hingga Desember 2020.

“Perubahan ini tidak banyak terganggu seperti di murni. Anggaran untuk penanganan dampak Covid-19 masih tersimpan di kas Biaya Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 6 miliar. Itu sampai Desember. Jika tahun depan masih membutuhkan anggaran penanganan Covid-19, dianggarkan lagi,” kata dia. (cep)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Padahal masih banyak warga yang tidak terdata tidak mendapatkaan bantuan Covid19. Pihak Kelurahan/Desa seharusnya turun juga kelapangan cek situasi dan kondisi di lingkungannya jangan hanya terpaku oleh Rt/Rw nya saja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.