Apdesi: Kades Harus Hati-Hati Kelola Bantuan Keuangan

93
0
Loading...

RAJAPOLAH – Kepala desa di Kabupaten Tasikmalaya meminta dana aspirasi dewan lebih merata dalam pemberiannya kepada desa-desa. Mengingat, selama ini jumlah yang diberikan kepada desa berupa bantuan keuangan (bankeu) belum merata.

Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah Andi Lala mengatakan, selama ini bantuan keuangan dari perjuangan anggota dewan belum merata. Karena ada desa yang mendapatkan dana aspirasi tersebut dengan jumlah cukup besar. Namun, banyak juga desa yang dana aspirasinya kecil.

“Dana aspirasi ini harus ada perbaikan, misalnya bisa merata ke semua desa. Jumlahnya ditetapkan dengan besaran disesuaikan aspirasi anggota DPRD di dapil-nya dan ditetapkan dengan keputusan bupati yang waktu pencairanya bersamaan dengan SK bupati tentang ADD yaitu Desember,” ujarnya kepada Radar, Selasa (2/7).

Kata dia, memang sejauh ini hadirnya dana aspirasi sangat bermanfaat bagi pembangunan di desa. Karena, ada beberapa pembangunan yang belum ter-cover oleh sumber lain, bisa menggunakan bantuan keuangan ini. “Namun dana aspirasi ini lebih prioritas kepada pembangunan di desa yang sesuai dengan aspirasi konstituennya anggota dewan yang memperjuangkan,” paparnya.

Kemudian, kata dia, mekanisme dana aspirasi ini harus ada perbaikan secara menyeluruh. Sehingga bisa menyentuh kepada pemerataan penerima bantuan keuangan dan meminimalkan terjadi lagi kasus korupsi dari sumber dana aspirasi dewan.

“Saya berharap ada perbaikan sistem yang menyeluruh terkait dana aspirasi ini, supaya tidak ada lagi potensi siapa pun untuk korupsi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Pusparaja Cigalontang, Sahrul Mubarok mengatakan, hadirnya dana aspirasi ini sangat dirasakan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Karena sudah banyak pembangunan yang bersumber dari bantuan keuangan tersebut.

Loading...

“Tapi kalau soal kasus korupsi dana aspirasi, itu tergantung pribadi masing-masing saja. Karena sudah jelas aturannya dalam merealisasikan sumber anggaran tersebut. Biasanya terkadang tidak sesuai rencana awal dalam pembangunannya,” bebernya.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Tasikmalaya Panji Permana SH mengatakan, awal cairnya bantuan keuangan atau dana aspirasi dewan munculnya dari reses kegiatan anggota DPRD di daerah pemilihannya. Dalam kegiatan tersebut biasanya muncul usulan dari desa dan masyarakat soal pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum.

“Saya sudah memberikan arahan kepada desa-desa supaya harus matang dalam menerima bankeu atau dana aspirasi yang diperjuangkan dewan. Harus berhati-hati jangan sampai ada penyalahgunaan atau melanggar aturan dalam realisasinya,” katanya.(obi/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.