Api Terus Membesar, Penghuni Masih di Lantai Dua

339

TASIK – Dua rumah milik kakak beradik Unda (57) dan Tatang (50) di RT 02 RW 01 Kampung/Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya terbakar Sabtu (24/11) pukul 14.30. Kuat dugaan api muncul dari korsleting listrik.

Saat api membakar rumah, penghuni rumah masih di lantai dua. Di lantai satu, api membesar. Asap mengepul. Warga bersama Komunitas Gojek dan elemen lainnya menyelamatkan perempuan, remaja putri dan anak-anak. Mereka dibantu turun menggunakan tangga.

Dari lantai dua, para penghuni dibantu warga dan driver ojek online serta petugas. Kemudian secara manual mereka memadamkan api menggunakan ember secara gotong royong.

Petugas pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekitar pukul 16.00. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00.

SELAMATKAN. Tampak balita coba diselamatkan warga, dari lantai dua menggunakan tangga.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. Namun Lilis (47), istri Unda pingsan usai melihat rumah dan sebagian isi barang-barangnya terbakar. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta.

Deni Nugraha (44), tetangga korban menuturkan pertama kali melihat ada asap dan api sekitar pukul 14.30 dari rumah Unda dan Tatang.

”Dugaan sementara sih katanya ada korsleting listrik. Tahu-tahu api terus membesar di dalam rumah sampai ke atap rumah,” ungkap Deni kepada wartawan di Kampung/ Kelurahan Panglayungan, Sabtu (24/11).

Secara spontan, kata Deni, tetangga dibantu warga dan komunitas ojek online berusaha memadamkan api sebelum datang petugas pemadam kebakaran ke lokasi.

”Ya manual, menggunakan air dan ember, tetapi api terus membesar dari dalam rumah asalnya. Sampai ke atap ada api juga, pokoknya banyak asap,” ujarnya.

Warga juga, dibantu Gojek, ungkap dia, sempat menyelamatkan pemilik rumah Heni bersama kedua anaknya yang sempat terjebak di lantai dua. Mereka bisa diselamatkan dibantu turun menggunakan tangga.

”Api baru benar-benar bisa dipadamkan sekitar pukul 17.00, petugas pemadam kebakaran selama dua jam baru berhasil memadamkan api,” jelasnya.

Ketua RT 02 RW 01 Kampung/Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes Ajuk Warjuk (60) mengatakan ada dua rumah berdempetan yang terbakar api.

”Dua rumah tersebut milik kakak beradik. Kakaknya Unda (57) bersama Lilis (47) istrinya dan adiknya Tatang (50) dan Heni (45) istrinya,” tuturnya.

Menurut Ajuk, di rumah yang terbakar tersebut ada studio musik yang biasa disewakan kepada masyarakat. Itu, kata dia, milik Tatang. Adapun warung milik Unda.

”Sebagian alat-alat musiknya hangus terbakar. Termasuk alat-alat di dalam rumah dan barang dagangan di warung yang ikut hangus juga,” ungkapnya.

Ajuk menuturkan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Dia belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran rumah tersebut.

”Saya juga baru tahu dari istri, pukul 15.30. Ada kebakaran di RT 02 katanya. Untungnya tidak ada korban jiwa, hanya kerugian harta benda saja, ya ditaksir bisa ratusan juta kerugiannya,” paparnya.

Eti Rohayati (60), istri Ajuk, menuturkan pada saat api membakar rumah, warga kaget dan teriak-teriak padamkan api. Ada yang berusaha memadamkan api menggunakan air dalam ember dan karung goni.

”Tetapi api terus besar, akhirnya bisa padam setelah ada mobil pemadam kebakaran,” tuturnya.

Menurut Eti, pemilik rumah Lilis, sempat tidak sadarkan diri karena barang-barang di rumahnya sebagian hangus terbakar. Dibantu warga Lilis dibawa ke rumah kerabat dekatnya dan diistirahatkan.

”Saya kaget, baru kali ini lihat langsung kebakaran, apalagi tetangga,” paparnya.

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Mulyono menjelaskan informasi yang didapatkan oleh Damkar dari masyarakat bahwa terjadi kebakaran rumah di Keluruhan Panglayungan Simpang Lima belakang toko Lemona. Sekitar pukul 14.30.

Mulyono, kemudian langsung menerjunkan tiga unit mobil dengan tujuh petugas pemadam kebakaran ke lokasi. Anggota tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 lebih.

”Api baru bisa dipadamkan kurang dari dua jam, sekitar pukul 17.00. Kita terus lakukan pendinginan walaupun api sudah mati, khawatir muncul lagi percikan api,” jelas Mulyono.

Untuk penyebab kebakaran, kata Mulyono, dugaan sementara terjadi akibat korsleting listrik. Namun pihak Damkar masih mengidentifikasi lebih lanjut. Jadi masih dugaan belum pasti.

”Kita akan terus dalami penyebab kebakarannya, dugaan sementara korsleting listrik,” ungkapnya.

Untuk kerugian materi akibat kebakaran tersebut, kata dia, belum bisa dipastikan. ”Masih kita dalami, karena selain alat-alat rumah tangga ada juga alat-alat musik yang terbakar, termasuk sebagian bangunan rumah,” paparnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.