APK Tumbang, Masih Dibiarkan

36
0
TERGELETAK. Baliho lapuk di Kecamatan Parigi terlihat dibiarkan Rabu (27/3). (Deni Nurdiansah / radartasikmalaya.com)

PANGANDARAN – Maraknya berbagai jenis Alat Peraga Kampanye (APK) di beberapa tempat dinilai sebagian masyarakat sangat mengganggu estetika.

Warga Pangandaran Jejen Jalaludin (34) menilai banyaknya APK yang dipasang di berbagai tempat menimbulkan kesan kumuh. ”Ya coba lihat saja, posisinya terlihat semrawut dan terlalu banyak,” ujarnya kepada Radar, Rabu (27/3).

Warga lainnya, Dede (26) mengkritisi banyaknya baliho bertumbangan dan tidak ada yang membereskan. ”Jangan sampai kejadian di Ciamis (baliho roboh, Red) terjadi di Pangandaran,” ucapnya.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Pangandaran Gaga Abdillah mengatakan hanya memiliki kewenangan menindak APK yang melanggar aturan atau dipasang di luar zonasi.

”Kalau kami melakukan tindakan di laur hal itu, bisa diadukan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),” katanya.

Gaga menegaskan dalam aturantidak ada spesifikasi untuk tiang penyangga APK, daya tahan dan sebagainya.

”Jadi tidak ada aturan secara detail yang mengatur spek tiang pemasangan APK, mau itu dari bambu atau lainnya,” jelas dia.

Dia mengaku pernah menerima keluhan dari masyarakat terkait pemasangan APK, tetapi hal itu sudah ditindak lanjuti oleh Panwascam.

”Sudah diinstruksikan ke Panwascam dan sudah ada teguran ke pemilik APK tersebut,” tandasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.