1 Argentina vs Paraguay 1

Argentina Di Ujung Tanduk

15
0
zimbio BERDUEL. Kapten Argentina Lionel Messi berduel dengan pemain Paraguay pada lanjutan Copa America 2019, kemarin.

BELO HORIZONTE – Eksperimen Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, kembali gagal. Hasil imbang 1-1 kontra Paraguay pada laga kedua Grup B, pagi kemarin membuat mereka kini di ujung tanduk.

Memainkan Roberto Pereyra, Rodrigo de Paul dan Lautaro Martinez sejak awal, Argentina yang beralih dari formasi 4-3-3 ke 4-4-2 ternyata belum bisa menunjukkan performa terbaik. Pemilihan Pereyra sebagai gelandang tengah adalah kegagalan yang paling jelas dari skenario yang direncanakan pelatih Lionel Scaloni.

Tidak mengherankan, mereka akhirnya ketinggalan lebih dahulu pada menit ke-37 lewat gol Richard Sanchez. Masuknya Aguero di awal babak kedua untuk menggantikan Pereyra memberikan lebih banyak opsi bagi Tim Tango untuk mendekati gawang Paraguay. Lionel Messi kemudian bisa mencetak gol balasan lewat titik penalti di menit ke-57.

Akan tetapi, tetap saja permainan Argentina secara keseluruhan jauh dari harapan. Mereka bahkan bisa saja kalah di pertandingan ini andai penalti Derlis Gonzalez di menit ke-62 tidak mampu digagalkan kiper La Albicelster, Franco Armani.

“Babak pertama kami tidak bagus, kami bermain kadang-kadang dengan putus asa dan kami tidak bisa mengendalikan permainan atau membuat serangan. Kami memiliki rencana yang sangat jelas, tetapi tidak bisa menjalankannya karena kami terus kehilangan bola,” kata Lionel Scaloni di The National.

Sang pelatih bahkan secara terbuka mengakui timnya beruntung tidak kalah dan masih bisa bertahan di turnamen. “Kami mempercayai Franco. Dia adalah kiper pertama kita. Dia menyelamatkan penalti dan membuat kita tetap hidup. Saya senang dia memiliki kinerja yang baik,” ujarnya.

Dengan hasil imbang 1-1 ini, Argentina yang baru mengoleksi satu angka masih menjadi juru kunci. Karena itu, mereka wajib menang di laga terakhir. Dalam sejarah 12 tim untuk Copa America, empat poin selalu cukup untuk lolos. Jadi, kemenangan melawan Qatar pada laga terakhir seharusnya cukup bagi Argentina minimal sebagai peringkat ketiga terbaik.

“Kami tahu ini akan rumit. Kami harus memenangkan pertandingan berikutnya. Meskipun demikian, kami tidak tahu apakah kami akan lolos (ke perempat final),” kata mantan pemain West Ham United tersebut dikutip dari Reuters.

Di kubu Paraguay, pelatih Eduardo Berizzo sangat bangga melihat permainan anak asuhnya. “Saya percaya bahwa itu adalah contoh dari apa yang dapat kami lakukan dengan orang-orang yang sangat cepat,” katanya di EFE.

Walau begitu, ia tak menutupi kekecewaannya karena anak asuhnya gagal mengeksekusi penalti. Baginya, dengan hasil seri ini, mereka kehilangan dua angka. (amr/ian/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.