Arus Mudik, Delman Dilarang Beroperasi

29
0

TAROGONG KIDUL – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut akan melarang delman atau kereta kuda beroperasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2019.

“Berdasarkan hasil kesepakatan, delman seperti biasa tidak beroperasi saat musim mudik Lebaran,” ujar Kepala Dishub Garut Suherman kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (20/5). Rencananya delman di wilayah perkotaan Garut dan jalur mudik seperti di Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Leles, Kadungora, Malangbong dan Limbangan dilarang beroperasi mulai H-4 hingga H+3 Lebaran 2019.

Pelarangan operasi delman, kata dia, karena angkutan tradisional merupakan biang kemacetan yang selalu terjadi ketika arus mudik dan balik di kota dodol. “Jadi sudah beberapa tahun ini kita stop operasinya selama arus mudik. Dampaknya lumayan,” terangnya.

Suherman menerangkan sebagai ganti tidak beroperasi, Pemkab Garut telah menyiapkan dana kompensasi sebesar Rp 420 juta untuk 603 delman di enam kecamatan tersebut. “Pokoknya setiap delman kebagian Rp 75 ribu per hari, dikali 7 jadi Rp 525 ribu. Kompensasi akan segera dibagikan langsung ke para pemilik delman,” terangnya.

Namun dia menegaskan jika nanti dalam pelaksanaan arus mudik masih ada delman yang beroperasi, pihaknya tidak akan segan-segan menindak dan mengamankannya. “Kita amankan hanya delmannya saja. Kalau kudanya kita serahkan,” paparnya.

Sementara itu, dalam persiapan arus mudik dan balik Lebaran 2019, pihaknya juga terus membenahi penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur mudik di Kabupaten Garut. “Kita sudah koordinasi dengan provinsi dan pusat. Karena pembenahan PJU ini sesuai domain. Intinya H-7 target kami sudah selesai semuanya dan jalur di Garut semuanya sudah siap dilalui pemudik,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.