Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Asep Maoshul Kunjungi Cipasung, Eksistensi Ponpes di Pilbup Tasik

237
0
IST SALING SUPPORT. Pimpinan Umum Ponpes Miftahul Huda, Manonjaya, KH Asep Maoshul Affandy salam komando dengan Sekretaris Yayasan Ponpes Cipasung, Singaparna, KH Acep Adang Ruhiat, Selasa (14/7). Pertemuan tersebut dalam upaya komunikasi politik menjelang Pilkada Tasikmalaya 2020.

TASIK – Keseriusan Pimpinan Umum Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, KH Asep Maoshul Affandy maju di Pilkada Tasikmalaya 9 Desember 2020 semakin ditunjukkan.

Setelah KH Asep Maoshul bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Cipasung,Singaparna, Selasa (14/7).

Baca juga : Laki-laki Warga Cibalong Kabupaten Tasik Positif Corona

Kedatangan KH Asep bersama timnya tersebut, langsung disambut oleh Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, KH Acep Adang Ruhiat yang tak lain kolega KH Asep Maoshul di DPR RI.

Pertemuan tersebut menjadi sinyal kolaborasi dari dua pesantren besar menghadapi Pilkada Kabupaten Tasikmalaya.

KH Asep Moushul menyampaikan KH Acep Adang merupakan sahabatnya sejak lama, bahkan teman sekamar ketika mondok. Maka dari itu, dia menilai perlu berbicara terkait niatannya maju di Pilkada.

“Jadi kalau saya enggak bicara (kepada Ponpes Cipasung, Red), berarti sombong,” ungkapnya.

Terlebih dirinya dengan KH Acep Adang merupakan keluarga pesantren, yang tentunya punya semangat sama dalam membangun nilai religius di Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya ingin berkolaborasi dengan Ponpes Cipasung dalam langkah politik. Dan Cipasung adalah Ponpes pertama yang saya kunjungi,” ujarnya.

Menurutnya, maju atau tidaknya kader dari pesantren di Pilkada tidak berpengaruh pada kontribusi pesantren dalam pembangunan. Namun dilematika politik saat ini seolah mengharuskan keluarga pesantren terjun langsung.

“Pondok pesantren akan eksis dalam Pilkada 2020,” terangnya.

Sejurus dengan itu, KH Acep Adang yang juga Dewan Syuro DPW PKB Jabar menyambut baik kedatangan dari pimpinan Miftahul Hida tersebut.

Baginya, KH Asep Maoshul bukan hanya sahabat dalam hal pesantren, tapi juga politik. “Kita pernah di komisi yang sama juga di DPR RI,” katanya.

Mewakili keluarga pesantren, pihaknya sangat mendukung langkah KH Asep Maoshul maju di Pilkada. Karena dia pun meyakini Ponpes Miftahul Huda dan Cipasung punya mimpi yang sama untuk masa depan Kabupaten Tasikmalaya.

“Satu nafas sama-sama pondok pesantren,” ujarnya.

Dia pun berharap KH Asep Maoshul bisa segera mendapatkan tiket pengusungan dari parpol. Karena itu menjadi kunci mutlak untuk bisa maju di kontestasi politik. “Dari PKB pun menyambut baik, kita lihat nanti kebijakannya dari provinsi maupun pusat,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Jumat (10/7) sekitar pukul 07.00 menjadi sejarah tersendiri bagi Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya.

Sebab, Pimpinan Umum Ponpes KH Asep Moushul Affandy secara resmi dideklarasikan maju sebagai bakal calon Bupati Tasikmalaya di Pilkada serentak 2020.

Dalam deklarasi tersebut. KH Asep Maoshul didorong oleh seluruh keluarga besar Miftahul Huda, Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida) dan para tokoh kiai dan ulama di Tasikmalaya.

Isi deklarasinya menyatakan hasil musyawarah keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda dalam menyikapi kegelisahan umat terhadap dinamika politik di Kabupaten Tasikmalaya di Pilkada 2020.

Ponpes Miftahul Huda menetapkan KH Asep Maoshul Affandy MPdi sebagai Bakal Calon Bupati Tasikmalaya di Pilkada 9 Desember 2020.

Hal ini, sekaligus menugaskan kepada KH Asep Maoshul Affandy untuk segera melaksanakan komunikasi politik lintas partai, agar terjalin kemitraan untuk sama-sama membentuk koalisi sesuai dengan syarat yang telah ditentukan.

Kemudian menginstruksikan kepada seluruh alumni yang terhimpun dalam Hamida, jemaah dan simpatisan supaya segera menyosialisasikan pencalonan KH Asep Maoshul Affandy di Pilkada.

“Saya siap maju bukan semata keinginan sendiri, tetapi karena ada dorongan kuat dari keluarga, alumni, ponpes, kiai dan ulama di Tasikmalaya,” ujar KH Asep Maoshul Affandy usai deklarasi di Ponpes Miftahul Huda,kemarin.

KH Asep mengaku amanah (maju di pilkada, Red) ini harus dilaksanakan oleh dirinya. “Saya mau tidak mau, suka tidak suka, ya harus (mencalonkan diri, Red). Karena saya dipercaya mengemban amanah ini, meskipun cukup berat,” kata dia.

Dia mengaku selalu teringat dengan pesan almarhum ayahnya (alm KH Khoer Affandy). Dengan logat bahasa sunda, yang menjadi inspirasi dirinya siap untuk mengemban amanah maju di Pilkada Tasik.“Tong Leumpang Pedah Hayang, Tong Cicing Pedah Embung. Tapi Lumampah Pedah Parentah. Euruen Pedah Dicaram,” ujar dia.

Yang arti dari pesan tersebut, kata KH Asep, jangan melangkah karena sebuah keinginan, apalagi keinginan secara personal. Dan juga jangan berhenti karena ketidakmauan.

Baca juga : Bebarapa Traffic Light di Wilayah Kota Tasik Hanya Jadi Pajangan

“Tetapi melangkah lah, atas perintah dan berhenti kalau memang dilarang. Artinya dengan dorongan untuk maju di Pilkada Tasik, saya siap mengemban amanah dari para kiai dan ulama di Tasikmalaya,” paparnya.

Alasan lainnya siap maju di Pilkada, sambung KH Asep, karena dinamika politik menjelang Pilkada Tasik telah muncul sebuah kegaduhan dan kegundahan dari umat. “Maka dengan segala risiko, saya menyatakan siap dan menerima amanah ini,” tegasnya. (rga/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.